Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ditunjuk Sebagai Dubes Turki untuk Suriah, Siapa Nuh Yilmaz?

Pemerintah Turki resmi menunjuk Nuh Yilmaz sebagai duta besarnya untuk Suriah, setelah lebih dari 12 tahun putusnya hubungan diplomatik kedua negara

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 20 November 2025 14:42 2:42 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 20 November 2025 15:00
Bagikan
Dubes Turki untuk Suriah Nuh Yilmaz
Bagikan

Hidayatullah.com – Turki menutup kedutaan besarnya di Suriah pada 26 Maret 2012 sebagai isolasi diplomatik dan tekanan terhadap rezim Bashar Al-Assad. Dubes Turki saat itu, Ömer Önhon, ditarik dari Damaskus sementara Konsulat Jenderal Suriah di Istanbul tetap beroperasi.

Daftar isi
  • Siapakah Nuh Yilmaz?
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Republik Turkiye membuka kembali kedutaan besarnya di Damaskus pada 14 Desember 2024, hanya enam hari setelah jatuhnya rezim Suriah sebelumnya.

Ankara menunjuk mantan duta besarnya untuk Mauritania, Burhan Koroglu, sebagai kuasa usaha sementara hingga duta besar baru ditunjuk.

Nuh Yilmaz mengepalai “Komite Koordinasi Teknis”, badan eksekutif dari “Dewan Strategis Tinggi” yang bertanggung jawab atas urusan Suriah.

Komite ini beroperasi di bawah Kementerian Luar Negeri Turki dan beranggotakan perwakilan lembaga pemerintah terkait untuk mengoordinasikan implementasi keputusan dewan terkait portofolio terkait Suriah, pengungsi, energi, perdagangan, penyeberangan perbatasan, bantuan kemanusiaan, dan isu-isu lapangan, menurut pernyataan Menteri Luar Negeri Hakan Fidan dalam wawancara dengan TV “Ülke” Turki pada 18 Oktober.

Baca Juga

Bandara Riyadh Kembali Melayani Penerbangan Internasional
Sebagian Pecahan Rudal Balistik Houthi Jatuh di Mekah
Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas
Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS
Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim

Tugas komite ini menghubungkan pengambilan keputusan politik tingkat atas dengan pelaksanaannya, mengubah keputusan dewan menjadi langkah-langkah praktis yang dilaksanakan di lapangan melalui koordinasi dengan berbagai kementerian, dalam sistem koordinasi berkelanjutan dengan badan mitra dari pihak Suriah.

Siapakah Nuh Yilmaz?

Lahir pada tahun 1974 di Istanbul, Nuh Yilmaz adalah sosok yang menggabungkan pengalaman akademis, intelijen, media, dan diplomatik.

Ia telah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri Turki sejak Mei 2024, setelah sebelumnya memimpin Pusat Penelitian Strategis (SAM) di Kementerian Luar Negeri dan menjabat sebagai penasihat senior menteri sejak Juni 2023.

Sebelumnya, ia menghabiskan sepuluh tahun (2013–2023) di Organisasi Intelijen Nasional Turki (MIT), dan memperoleh keahlian yang luas dalam bidang keamanan regional dan politik, khususnya isu-isu Timur Tengah.

Sebelum bergabung dengan Kementerian Luar Negeri dan dinas intelijen, Yilmaz dikenal luas di media dan akademisi. Ia memimpin kantor Yayasan Penelitian Politik, Ekonomi, dan Sosial (SETA) di Washington, DC dari tahun 2008 hingga 2011, salah satu lembaga think tank paling terkemuka yang dekat dengan pemerintah Turki.

Selama periode yang sama, ia bekerja sebagai koresponden dan perwakilan di Amerika Serikat untuk saluran-saluran TV Turki, termasuk CNN Türk, ATV, dan 24 TV, serta menulis analisis politik dan kolom untuk harian Turki, Star.

Secara akademis, Yilmaz telah mengajar di beberapa universitas di Turki dan Amerika, termasuk Universitas George Mason dan Universitas Marmara, dan menjadi peneliti tamu di Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri (ECFR).

Ia meraih gelar Doktor (PhD) sosiologi dari Universitas Yildirim Beyazit di Ankara. Sebelumnya, ia adalah mahasiswa Doktor (PhD) studi budaya di Universitas George Mason di Amerika Serikat. Ia juga meraih gelar Magister (M.A.) desain grafis dari Universitas Bilkent dan sebelumnya mempelajari sosiologi di Universitas Teknik Timur Tengah.

Di samping karier profesionalnya, Yilmaz telah menulis beberapa buku dan studi akademis, terutama bukunya yang diterbitkan pada tahun 2017 oleh Dogan, “İslam’da Resim Yasağı Söylemi” (Wacana tentang Larangan Gambar dalam Islam). Ia juga ikut menyunting “Sejarah, Politik, dan Kebijakan Luar Negeri di Turki,” yang diterbitkan oleh SETA pada tahun 2011.

Selain bahasa Turki, Yilmaz fasih berbahasa Inggris dan Arab. Ia telah menyelesaikan program pelatihan lanjutan di berbagai lembaga internasional, termasuk NATO Defense College di Roma, Universitas Harvard, dan Universitas Georgetown.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Duta BesarHeadlinePilihan RedaksisuriahTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenag Berkomitmen Seluruh Santri Mendapatkan Akses MBG Tanpa Terkecuali
Tulisan selanjutnya Ratusan Tentara Ajukan Pensiun Dini, Militer ‘Israel’ Dihantam Krisis Moral

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina

Berita
22 Oktober 2026 13:22
Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat
Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan

Terbaru

  • Bandara Riyadh Kembali Melayani Penerbangan Internasional
  • Sebagian Pecahan Rudal Balistik Houthi Jatuh di Mekah
  • Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas
  • Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS
  • Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim
  • Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat
  • Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
  • Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
  • Jihad Santri di Era Modern

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun

24 Oktober 2026 12:58
Berita

Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze

23 Oktober 2026 20:50
Berita

Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi

23 Oktober 2026 20:19
Berita

Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali

20 Oktober 2026 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?