Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Austria akan Larang Anak di Bawah 14 Tahun Pakai Jilbab di Sekolah

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 26 November 2025 10:07 10:07 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 26 November 2025 10:04
Bagikan
Muslimah Belgia protes larangan jilbab
Bagikan

Hidayatullah.com – Partai Kebebasan (FPÖ), partai ekstrem sayap kanan, yang merupakan koalisi terbesar di parlemen Austria, menyerukan serangkaian kebijakan anti-Islam, termasuk melarang jilbab di sekolah.

Daftar isi
  • Meningkatnya Islamofobia
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Pemerintah koalisi, yang berencana memberlakukan larangan jilbab bagi anak perempuan di bawah usia 14 tahun di sekolah mulai tahun ajaran 2026/2027. Meski begitu, FPO menyebut langkah itu tidak cukup untuk mengatasi “ekstremisme Islam” dan menuntut tindakan lebih keras.

Dalam sebuah pernyataan, partai tersebut mengklaim: “Pertama, ‘migrasi massal baru’ harus segera dihentikan dan, kedua, Islam politik harus dilarang secara tegas oleh hukum.

“Jilbab adalah simbol Islam politik, penindasan dan paternalisme terhadap perempuan, dan oleh karena itu tidak memiliki tempat di sekolah-sekolah kita.”

Partai tersebut meyakini rencana pemerintah tidak memadai dan berharap mereka dapat menekan koalisi yang berkuasa untuk menerapkan langkah-langkah anti-Islam yang lebih keras di tengah meningkatnya Islamofobia dalam lanskap politik Austria.

Baca Juga

Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’

FPO menjadi fraksi parlemen terkuat dengan 28,8% suara dalam pemilihan nasional terakhir dan telah berulang kali menuai kritik atas retorika Islamofobia dan rasis yang terdokumentasi dengan baik.

Sebuah laporan dari LSM Austria, SOS Mitmensch, mengutip sebuah video yang dibagikan oleh pemimpin FPO, Herbert Kickl, yang menggambarkan Austria modern sebagai tempat yang mengerikan, menggunakan citra gelap untuk menggambarkan Muslim dan orang kulit hitam sebagai ancaman.

Pada bulan Februari 2025, seorang anggota dewan kota yang ditunjuk oleh FPO di Hohenberg, Austria Hilir, mengunggah video TikTok yang isinya: “Kalian para pengungsi sudah tahu di mana kalian berada: di dalam oven,” dan menambahkan, “Kalian, Tschuschen, kalian dan keluarga kalian semua berada di dalam bilik ini.”

“Tschuschen” adalah istilah Jerman Austria yang merendahkan untuk orang-orang asal Eropa Tenggara atau Timur Tengah. Referensi untuk “bilik” secara luas dipahami sebagai kiasan untuk kamar gas Nazi.

Video tersebut dilaporkan diakhiri dengan politisi tersebut melakukan “salut Hitler.”

Meningkatnya Islamofobia

Austria mencatat jumlah insiden Islamofobia tertinggi tahun lalu sejak pencatatan dimulai pada tahun 2015, menurut data yang dirilis oleh Pusat Dokumentasi Austria tentang Islamofobia dan Rasisme Anti-Muslim.

Laporan tahunan mereka menyatakan jumlah kasus yang dilaporkan meningkat pada tahun 2024, terutama sejak pecahnya perang genosida ‘Israel’ di Gaza pada tahun 2023.

Lokasi pertama dengan jumlah kasus terbanyak yang dilaporkan sejak Oktober adalah sekolah, menurut laporan tersebut. Di sektor pendidikan, lonjakan insiden anti-Muslim dilaporkan oleh orang tua, murid, dan guru.

Secara keseluruhan, 66,7% kasus yang terdokumentasi terjadi secara daring dan 33,7% secara luring, sementara sekitar 87,8% kasus yang terdokumentasi secara daring berkaitan dengan penyebaran kebencian.

Muslim didehumanisasi dan dibandingkan dengan hewan dalam komentar daring, menurut laporan tersebut.

Disebutkan bahwa 40,8% dari semua kasus yang dilaporkan melibatkan perlakuan tidak setara dan 19,5% melibatkan penghinaan. Penyebaran kebencian mencapai 8,9% dan 2,6% melibatkan penyerangan fisik.

Insiden lainnya dibagi menjadi kategori vandalisme (7,5%), kekerasan polisi (7,3%), ancaman berbahaya (3,2%), hasutan untuk membenci (1,8%), perundungan dan penguntitan (0,8%), dan lainnya (7,7%).

Dalam laporannya, Pusat Dokumentasi menekankan bahwa statistik yang mereka miliki hanyalah gambaran sekilas dan jumlah kasus sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AustriaHeadlineislamofobialarangan hijablarangan jilbab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kewajiban Baca Buku dan Menulis Resensi untuk Siswa, Ini Rekomendasi Pakar Pendidikan
Tulisan selanjutnya Parlemen ‘Israel’ Bolehkan Pemukim Ilegal Punya Rumah di Baitul Maqdis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Berita
17 Oktober 2026 21:46
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali

Terbaru

  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’

20 Oktober 2026 13:24
Yahudi Haredi Wajib Militer
Berita

Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

20 Oktober 2026 13:10
Berita

19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India

19 Oktober 2026 21:48
Berita

Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?

19 Oktober 2026 16:57
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?