Hidayatullah.com– Tiga biarawati tua berusia 80-an tahun melarikan diri dari tempat tinggal mereka di sebuah panti jompo karena tidak betah, akhirnya diperbolehkan kembali ke biara tempat mereka dulu tinggal tetapi dengan syarat tidak melakukan aktivitas di media sosial.
Suster Bernadette, 88, Suster Regina, 86, dan Suster Rita, 82, merupakan biarawati terakhir di biara Kloster Goldenstein di Elsbethen, di kawasan Pegunungan Alpen dekat Salzburg.
Ketiga biarawati itu mengatakan mereka dibawa keluar dari biara itu tanpa persetujuan mereka pada bulan Desember 2023 dan ditempatkan di sebuah panti jompo.
Pada bulan September, mereka nekat kembali ke biara itu dengan bantuan bekas murid-muridnya dan seorang tukang kunci, tindakan yang mengundang kemarahan para pejabat gereja.
Atasan para biarawati itu, Provost Markus Grasl dari Reichersberg Abbey, menyeru supaya para nenek itu kembali tinggal di panti jompo, menyebut tindakan mereka kembali ke biara sebagai “hal yang tidak dapat dipahami”, lansir BBC Jumat (28/11/2025).
Kisah ketiga biarawati manula itu menyebar hingga ke luar negeri. Dukungan untuk mereka pun berdatangan, beragam macamnya mulai dari makanan, listrik, bahkan publikasi kekinian di media sosial. Kegiatan mereka sehari-hari di biara itu direkam dan videonya diunggah ke platform media sosial. Video menampilkan para biarawati tua itu sedang berdoa, makan siang, bahkan ketika Suster Rita melakukan latihan fisik. Belum lama ini, dia mendapatkan kiriman hadiah sepasang sarung tinju.
Akun mereka di Instagram diikuti oleh hampir 100.000 pengguna dan beberapa ribu lainnya di Facebook.
Sekarang setelah hampir tiga bulan bersitegang, seorang juru bicara Provost, Harald Schiffl, mengatakan kepada Austrian Press Agency (APA) bahwa para biarawati itu masih diperbolehkan untuk tinggal di biara untuk saat ini, tetapi dengan sejumlah syarat. Di antara persyaratan itu adalah mereka harus berhenti melakukan aktivitas di media sosial.
Para petinggi Gereja juga menginginkan supaya para biarawati itu memastikan bahwa bagian tertutup dari kompleks biara tidak lagi dapat diakses oleh orang-orang yang bukan termasuk bagian dari lembaga keagamaan itu.
Sebagai imbal baliknya, mereka akan diperbolehkan tinggal di biara dan diberikan perawatan kesehatan serta bimbingan spiritual dari seorang pendeta.
“Sekarang tinggal terserah para suster itu,” kata Harald Schiffl kepada APA.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis atas nama mereka, ketiga biarawati veteran itu mengatakan bahwa pada prinsipnya mereka menerima kesepakatan itu. Namun, mereka juga menuntut supaya sejumlah klaim dan kebutuhannya ditanggapi dengan serius oleh pihak Gereja.
Pernyataan itu juga mengindikasikan bahwa sebenarnya mereka tidak sepenuhnya puas dengan tawaran Gereja, menyebutnya sebagai “semacam kontrak tutup mulut”.
Menurut pernyataan yang dirilis pada hari Jumat, ketiga suster tersebut tidak akan lagi mendapatkan masukan dari pengacara, dan persyaratan bagi mereka berikut para pendukungnya untuk menghentikan aktivitas media sosial mereka “tidak memiliki dasar hukum dan … akan menghilangkan perlindungan satu-satunya yang tersisa bagi para suster dari masyarakat yang peduli dengan mereka”.
Ketiga biarawati itu menghabiskan sebagian besar hidup mereka di Schloss Goldenstein, sebuah kastil yang kemudian diubah fungsinya menjadi biara dan sekolah swasta khusus perempuan sejak tahun 1877. Sekolah tersebut, yang mulai menerima siswa laki-laki pada tahun 2017, sampai sekarang masih berfungsi.
Suster Bernadette sendiri bersekolah di sana dan masuk pada tahun 1948 ketika masih remaja. Salah satu teman sekolahnya adalah aktris Austria Romy Schneider, salah satu bintang film terbesar di dunia pada era 1960-an dan 70-an.
Suster Regina masuk ke biara itu pada tahun 1958 dan Suster Rita pada tahun 1962.Mereka bertiga kemudian bekerja di sekolah itu sebagai guru selama bertahun-tahun. Suster Regina pernah menjabat sebagai kepala sekolah itu.
Seiring dengan waktu jumlah biarawati di sana terus berkurang. Pada 2022, bangunannya diambil alih oleh Keuskupan Salzburg dan Reicherberg Abbey, sebuah seminari beraliran Augustinian.
Provost Markus Grasl dari Reichersberg Abbey menjadi atasan para biarawati dan komunitas biara itu resmi dibubarkan pada awal tahun 2024.
Biarawati yang tersisa diberikan hak untuk tinggal di sana sampai ajal menjemput, selama kesehatan fisik dan mental mereka memungkinkan.
Pada Desember 2023, dibuat keputusan untuk memindahkan para biarawati itu ke sebuah panti Katolik, tempat yang rupanya tidak menyenangkan bagi para rohaniwan wanita itu.
Pada awal September, suster Bernadette, suster Rita dan suster Regina kembali ke biara, dibantu oleh sekelompok mantan murid mereka.
Kala itu kepada BBC mereka mengatakan bahwa mereka bertekad tinggal di sana selamanya daripada menjemput ajal di panti jompo.*




