Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pernyataan Al-Sharaa Soal ‘Terorisme’ jadi Sorotan Global, Akui Tak Pernah Sakiti Warga Sipil

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Desember 2025 10:46 10:46 am
Ahmad
Dipublikasikan 8 Desember 2025 11:30
Bagikan
Presiden Suriah dan jurnalis senior CNN Christiane Amanpour
Bagikan

Hidayatullah.com— Pernyataan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa kembali menjadi sorotan global setelah ia menegaskan bahwa dirinya “tidak pernah menyakiti seorang warga sipil pun” selama 20 tahun berjuang. Al-Sharaa, yang dulunya dianggap sebagai tokoh pemberontak dan pernah dikaitkan dengan kelompok militan, menyampaikan pernyataan tersebut dalam diskusi bersama jurnalis senior CNN Christiane Amanpour pada sesi utama Doha Forum di Qatar hari Jumat.

Dalam forum itu, Al-Sharaa menolak tudingan bahwa ia pernah terlibat dalam aksi teror. Ia menilai istilah “teroris” kerap digunakan secara keliru serta memiliki muatan politik yang kuat.

Doha Forum Rhetoric Exposes Twisted Terror Narrative

Ahmad Al-Shar’a, who presents himself as Syria’s leader, used his appearance at the Doha Forum to argue that terrorism is merely a politicized label framing the terrorists as the victims and the west as the terrorists.

What… pic.twitter.com/7MmRuvkRgD

— Israel News Pulse (@israelnewspulse) December 7, 2025

Menurutnya, label tersebut seharusnya diberikan kepada pihak yang secara sengaja menargetkan warga sipil atau melakukan kekerasan yang melanggar hukum internasional. Ia mengatakan bahwa penilaian atas terorisme harus menggambarkan tindakan nyata, bukan sekadar afiliasi atau persepsi politik.

Ia kemudian menyinggung rezim Bashar al-Assad, yang menurutnya bertanggung jawab atas lebih dari satu juta kematian dan memaksa lebih dari 14 juta warga Suriah mengungsi.

Al-Sharaa mempertanyakan mengapa rezim yang, menurut berbagai laporan internasional, telah menyebabkan korban dalam jumlah besar tidak diberi label “teroris,” sementara pihaknya yang mengklaim tidak menyerang warga sipil justru kerap menerima tudingan tersebut.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Al-Sharaa menyatakan bahwa pemahaman masyarakat internasional mengenai definisi terorisme telah mengalami perubahan signifikan dalam dua dekade terakhir.

“Saya percaya setelah 25 tahun, orang-orang telah memahami arti kata ‘teroris’ dan siapa yang sebenarnya pantas menyandang label itu,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa dalam seluruh operasi yang dipimpinnya, tidak pernah ada tindakan terencana yang menyasar warga sipil.

Pernyataan tersebut memicu perdebatan di antara peserta forum serta pengamat politik kawasan. Sejumlah pihak menilai klaim Al-Sharaa sulit diverifikasi secara independen, mengingat konflik Suriah selama bertahun-tahun diwarnai laporan korban sipil dari berbagai pihak.

Namun, sebagian lainnya melihat komentar Al-Sharaa sebagai upaya membangun legitimasi politik dan membedakan pemerintahannya dari rezim sebelumnya.

Cap Teroris dan Standar Ganda

Dalam dialog itu, Al-Sharaa juga menyinggung penggunaan istilah “teroris” dalam berbagai konflik dunia, termasuk di Gaza, Afghanistan, dan Iraq. Ia mengatakan bahwa banyak aktor negara yang melakukan operasi militer dengan korban sipil signifikan, tetapi tidak otomatis diberi cap “teroris.”

Menurutnya, hal ini mencerminkan standar ganda dalam politik global dan menunjukkan perlunya definisi yang lebih konsisten.

Ia menambahkan bahwa tujuan perjuangannya adalah membebaskan Suriah dari rezim Assad, dan ia mengklaim bahwa seluruh operasi militernya dilakukan dengan menghormati nilai kemanusiaan.

“Kami tidak pernah menggunakan metode yang melanggar prinsip perlindungan terhadap warga sipil,” katanya.

Pernyataan Al-Sharaa di Doha Forum menjadi salah satu momen paling banyak dibicarakan dalam penyelenggaraan tahun ini. Pengamat menilai bahwa sikapnya akan mempengaruhi diskusi diplomatik terkait masa depan Suriah, rekonsiliasi nasional, dan proses politik yang masih belum stabil.

Meski klaimnya memicu pertanyaan besar, kehadirannya di forum internasional menunjukkan adanya perubahan dinamika dalam penerimaan global terhadap pemimpin Suriah itu.

Apakah pernyataan Al-Sharaa akan mengubah persepsi internasional atau mendorong penyelidikan lebih jauh terkait tindakan semua pihak dalam konflik Suriah tetap menjadi pertanyaan yang menunggu perkembangan berikutnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahmed al-SharaabaratgazaHeadlineisraelPresiden Suriahterorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya RS Terapung Unair Segera Menuju Sumatra Bantu Tangani Kesehatan Warga Pascabencana Banjir
Tulisan selanjutnya 25 Orang Tewas dalam Kebakaran Klub Malam di India

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?