Hidayatullah.com – Islandia memutuskan untuk memboikot Kontes Lagu Eurovision 2026 setelah Uni Penyiaran Eropa (EBU) mengizinkan keikutsertaan ‘Israel’. Langkah Islandia ini mengikuti langkah sejumlah negara Eropa lain yang menolak berpartisipasi dalam ajang tahunan itu.
“Jelas dari debat publik di negara ini dan reaksi terhadap keputusan EBU pekan lalu bahwa tidak akan ada kegembiraan maupun kedamaian terkait partisipasi RUV,” kata Direktur Jenderal Lembaga Penyiaran Islandia (RUV) Stefan Eiriksson, dalam sebuah pernyataan pada Rbau (11/12/2025).
Spanyol, Belanda, Irlandia, dan Slovenia telah mundur dari partisipasi Eurovision 2026 sebagai protes terhadap perilaku ‘Israel’ dalam perang genosida di Gaza.
Islandia termasuk di antara negara-negara yang pekan lalu meminta pemungutan suara tentang partisipasi ‘Israel’.
Namun, Uni Penyiaran Eropa, atau EBU, memutuskan untuk tidak mengadakan pemungutan suara tentang partisipasi Israel, dengan mengatakan bahwa mereka telah mengeluarkan peraturan baru yang bertujuan untuk mencegah pemerintah memengaruhi kontes tersebut.
Islandia belum pernah memenangkan kontes lagu tersebut, tetapi meraih posisi kedua pada tahun 1999 dan 2009. Kontes Lagu Eurovision dimulai sejak tahun 1956 dan menjangkau sekitar 160 juta penonton, menurut EBU.*




