Hidayatullah.com – Kepala menteri negara bagian Bihar bernama Nitish Kumar di India mendapat kecaman luas usai menarik paksa cadar seorang dokter muslimah saat penyerahan sertifikat.
Video pelecehan, yang tersebar luas di media sosial, memperlihatkan pejabat berusia 74 tahun itu menyerahkan sertifikat kepada seorang dokter selama acara pada hari Senin (15/12/2025) dan memberi isyarat kepadanya untuk melepas hijabnya.
Sebelum wanita itu sempat bereaksi, Kumar terlihat mengulurkan tangan dan menarik hijabnya ke bawah, memperlihatkan mulut dan dagunya.
Sementara beberapa orang di sekelilingnya tertawa, seorang pejabat lain terlihat mencoba menghentikan Kumar.
Kongres negara bagian Bihar menyebut Kumar harus bertanggung jawab atas tindakan “keji” tersebut dan mendesaknya mengundurkan diri dari jabatan kepala menteri. Sementara pihak lain mempertanyakan apakah ini bukti memburuknya kesehatan mentalnya.
“Apa yang terjadi pada Nitish ji? Kondisi mentalnya sekarang telah mencapai kondisi yang benar-benar menyedihkan,” tulis partai RJD di X.
Juru Bicara RJD Ejaz Ahmad mengatakan tindakan Kumar menarik hijab ke bawah menunjukkan sikap koalisi JDU-BJP terhadap perempuan.
“Dengan melepas hijab dari wajah seorang wanita Muslim yang menjalankan purdah, dia (Kumar) telah memperjelas jenis politik apa yang dilakukan JDU dan BJP atas nama pemberdayaan perempuan… Melepas cadar seorang wanita, dalam arti tertentu, adalah tindakan merampas hak untuk hidup sesuai dengan budaya dan kebebasan beragama seseorang, yang dijamin untuk semua orang oleh Konstitusi India dan sistem konstitusionalnya,” kata Ahmad.
Kongres menyebut tindakan Kumar sebagai “tidak tahu malu” dan “keji”.
“Lihatlah ketidakmaluannya – seorang dokter wanita datang untuk mengambil surat pengangkatannya, dan Nitish Kumar menarik jilbabnya. Seorang pria yang menduduki posisi tertinggi di Bihar secara terang-terangan melakukan tindakan keji seperti itu. Pikirkanlah – seberapa amankah perempuan di negara bagian ini? Nitish Kumar harus segera mengundurkan diri karena perilaku menjijikkan ini. Kebejatan ini tidak dapat dimaafkan,” imbuh partai tersebut di X.*




