Hidayatullah.com– Sebuah kelompok beraliran kiri-jauh di Jerman mengaku sebagai pelaku aksi pembakaran yang menyebabkan aliran listrik puluhan ribu rumah, rumah sakit dan tempat usaha terputus dan menggigil di tengah suhu udara musim dingin yang membeku.
Vulkangruppe (Volcano Group) dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa ekonomi bahan bakar fosil yang menjadi target aksinya dan tidak bermaksud memadamkan aliran listrik.
Pada Sabtu (3/1/2026) pagi, sebagian kabel di sebuah jembatan terlihat terbakar di dekat pembangkit listrik di bagian barat daya Berlin. Api dengan cepat berhasil dipadamkan, tetapi sekitar 45.000 rumah tangga dan 2.200 tempat usaha terkena dampaknya.
Menteri perekonomian negara bagian Berlin mengatakan kepada media Jerman bahwa alat pembakar yang menyebabkan kerusakan tersebut, lansir BBC Ahad (4/1/2026).
Perlu waktu sampai hari Kamis untuk menyambungkan kembali aliran listrik ke pelanggan, sementara sejumlah sekolah terpaksa diliburkan mulai pekan ini.
Wali Kota Berlin mengutuk serangan itu, menuduh “ekstremis sayap kiri yang dicurigai” sengaja membahayakan nyawa, terutama para pasien di rumah sakit.
Menurut para pejabat, rumah sakit dan fasilitas perawatan telah menerima generator listrik darurat. Petugas melakukan pemindahan pasien dan orang-orang yang membutuhkan perawatan ke daerah lain di mana aliran listrik tidak terganggu.
Beberapa rumah sakit sudah dipulihkan aliran listriknya pada hari Ahad.
Sampai Ahad petang waktu setempat, sekitar 10.000 rumah tangga dan 300 tempat usaha sudah mendapatkan kembali aliran listrik, sementara sebagian besar lainnya masih menunggu.
Sekolah-sekolah, yang seharusnya beraktivitas kembali pada hari Senin 5 Januari usai liburan Natal, akan masih diliburkan.
Dalam pernyataannya, Vulkangruppe meminta maaf kepada warga kurang mampu yang terdampak pemadaman listrik, tetapi mengatakan bahwa mereka kurang bersimpati kepada “para pemilik vila”.
Mereka berdalih bahwa serangan terhadap fasilitas pembangkit listrik tenaga gas tersebut merupakan “tindakan membela diri” dan solidaritas terhadap orang-orang yang melindungi bumi.
Polisi kepada AFP mengatakan bahwa pihaknya menganggap pernyataan itu “masuk akal” sementara penyelidikan terus berlangsung.
Sebelumnya, Vulkangruppe mengaku bertanggung jawab atas dugaan serangan pembakaran yang menghentikan produksi di pabrik mobil Tesla di Berlin pada tahun 2024.*




