Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pabrik Boneka Labubu Dikabarkan Mengeksploitasi Buruh

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Januari 2026 13:55 1:55 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Januari 2026 13:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sebuah organisasi peduli hak buruh mengklaim bahwa pihaknya menemukan bukti para pekerja dieksploitasi di sebuah pabrik pembuatan boneka Labubu di China.

China Labor Watch (CLW), sebuah organisasi non-pemerintah berbasis di Amerika Serikat, mengatakan hasil investigasinya mendapati bahwa salah satu pemasok Pop Mart menyusuh buruh bekerja lembur berlebihan, menandatangani kertas kosong atau kontrak yang tidak lengkap dan tidak membayarkan uang cuti, lansir BBC Kamis (15/1/2026).

CLW menyatakan dalam laporannya bahwa mereka menyelidiki secara mendalam produsen Labubu, Shunjia Toys Co Ltd, yang terletak di provinsi Guangdong, Tiongkok selatan.

CLW mengatakan penelitinya melakukan 51 wawancara langsung dengan karyawan pabrik untuk membahas masalah perekrutan, kontrak, dan kondisi kerja mereka.

Tidak ditemukan pekerja anak di pabrik tersebut, tetapi pabrik itu mempekerjakan pekerja berusia 16 tahun yang mengalami kondisi kerja yang sama dengan orang dewasa, tanpa perlakuan khusus yang dipersyaratkan berdasarkan hukum di China.

Baca Juga

Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’

CLW mendesak Pop Mart untuk segera mengambil tindakan guna menyelesaikan masalah pada rantai pasokannya.

Organisasi nirlaba itu mengatakan bahwa perusahaan tersebut harus memberikan kompensasi kepada pekerja yang terdampak dan memastikan bahwa lini produksinya mematuhi hukum ketenagakerjaan China serta standar ketenagakerjaan internasional.

Pop Mart mengatakan kepada BBC bahwa mereka sedang menyelidiki klaim tersebut.

Peritel mainan berbasis di Beijing itu mengatakan pihaknya menghargai tinjauan tersebut dan akan “dengan tegas” meminta perusahaan produsen mainannya untuk memperbaiki cara kerja mereka jika tuduhan tersebut terbukti benar.

Pop Mart menambahkan bahwa mereka melakukan audit rutin atas pemasoknya, termasuk tinjauan tahunan yang dilakukan oleh inspektur independen yang diakui secara internasional.

Shunjia Toys Co Ltd merupakan “fasilitas manufaktur inti” mainan Pop Mart dan mempekerjakan lebih dari 4.500 orang, menurut CLW.

Fasilitas semacam itu, yang disebut original equipment manufacturers (OEM), membuat produk sesuai dengan harga dan jadwal produksi yang ditetapkan oleh klien.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menyindir Shalat, HRS Sebut Materi ‘Mens Rea’ Panji Menista Agama
Tulisan selanjutnya Negara-negara Eropa Himbau Warganya Tinggalkan Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’

Berita
20 Oktober 2026 13:24
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Terbaru

  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Mungkin Anda Juga Suka

Yahudi Haredi Wajib Militer
Berita

Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

20 Oktober 2026 13:10
Berita

19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India

19 Oktober 2026 21:48
Berita

Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?

19 Oktober 2026 16:57
Berita

Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

19 Oktober 2026 12:57
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?