Hidayatullah.com– Sebelas personel dan opsir dari Tim Bantuan dan Penyelamatan Bencana Khusus Malaysia (SMART) berangkat ke Nepal Sabtu pagi (5/8/2026) untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di daerah yang terkena dampak bencana banjir bandang.
Direktur Agensi Pengurusan Bencana Negara (NADMA) Datuk Meor Ismail Meor Akim mengatakan tim tersebut dipimpin oleh Abdul Manaf Che Isa dengan masa tugas dijadwalkan selama 10 hari.
“Tim ini dibentuk secara khusus terdiri dari personel yang memiliki berbagai keterampilan yang mencakup operasi pencarian dan penyelamatan, operasi drone, logistik, komunikasi, dan dukungan teknis,” kata Meor Ismail dalam konferensi pers di Subang seperti dikutip Bernama.
Dia mengatakan tim tersebut diharapkan tiba di Nepal Sabtu siang sekitar pukul 11 waktu setempat. Mereka kemudian akan diberikan pengarahan operasional dan dikerahkan ke lokasi yang ditentukan, termasuk membantu warga Malaysia yang terdampak bencana tersebut.
“Petugas kami kemungkinan akan dikerahkan ke area terowongan, tetapi itu tergantung pada arahan di tempat. Dalam operasi ini, kami akan membantu siapa saja yang membutuhkan pertolongan, tetapi fokus kami adalah area di mana warga negara kita terakhir dilaporkan berada,” paparnya.
Tim tersebut diberangkatkan dari Pangkalan Udara Subang pada pukul 9 pagi waktu setempat dengan pesawat A400M milik Royal Malaysian Air Force (RMAF) berikut muatan peralatan SAR seberat 12,4 ton.
Peralatan tersebut antara lain berupa perlengkapan penyelamatan, perangkat deteksi, sistem komunikasi, drone berkapasitas tinggi, berbagai peralatan khusus, termasuk peralatan penyelamatan di terowongan, serta kendaraan 4WD dan truk kargo.
Abdul Manaf mengatakan tim yang dipimpinnya akan mendarat di Kathmandu sebelum diberikan pengarahan oleh otoritas manajemen penanggulangan bencana setempat dan dikerahkan ke lokasi tugas.
“Misi kami sangat jelas yaitu misi kemanusiaan. Kami juga membawa peralatan khusus untuk operasi penyelamatan terowongan, serta peralatan komunikasi, medis, dan kesehatan,” jelasnya.
Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim sebelumnya mengatakan bahwa Pemerintahan Madani yang dipimpinnya sudah memutuskan untuk mengerahkan SMART ke Nepal untuk membantu operasi SAR, di samping memberikan bantuan kemanusiaan sebesar US$1 juta.
Terdapat 55 warga Malaysia masih belum dapat dikontak menyusul bencana pada 26 Agustus. Sebanyak 77 warga Malaysia lainnya, yang dipastikan selamat di Tibet dan Nepal, sudah dibawa ke Kathmandu untuk diproses dan kemudian dipulangkan.*




