Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 September 2026 14:34 2:34 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 September 2026 14:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Salah satu perusahaan raksasa kimia asal India, Tata Chemicals, diminta angkat kaki dari Kenya setelah pemerintah menilai perusahaan itu tidak cukup mendatangkan manfaat bagi negeri Afrika itu.

Presiden William Ruto meminta perusahaan tersebut untuk “berkemas dan pergi”, dengan mengatakan bahwa perusahaan itu telah mengekspor soda abu alih-alih mengolah mineral tersebut di dalam negeri untuk membuat kaca dan bahan kimia.

Ruto mengatakan pemerintah sudah menemukan investor baru untuk mengambil alih operasional perusahaan, dengan tujuan menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan investasi bagi rakyat Kenya, lansir BBC Jumat (4/9/2026).

Tata Chemicals mengatakan pihaknya menghormati keputusan pemerintah dan tetap berkomitmen untuk tetap melakukan keterlibatan konstruktif melalui saluran yang sah dan peraturan yang sesuai untuk menuntaskan masalah yang belum terselesaikan”.

Kekecewaan terhadap perusahaan India itu dikemukakan Ruto saat berkunjung ke wilayah Kajiado, di mana pabrik milik Tata Chemicals Magadi berada.

Baca Juga

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

Perusahaan kimia itu – yang merupakan bagian dari konglomerat India Tata Group – beroperasi di Danau Magadi, sekitar 120 km ke arah barat daya dari ibu kota Nairobi. Dari pabrik itu Tata mengekspor soda abu lebih dari 350.000 ton pertahun, dijual ke sejumlah pasar termasuk India, Asia Tenggara, Timur Tengah dan beberapa negara Afrika.

Kenya adalah produsen soda abu alami terbesar keempat di dunia – lain untuk natrium karbonat – yang mencakup 1% dari produksi global, menurut US Geological Survey.

Soda abu itu utamanya dihasilkan dari air garam alami atau mineral trona, dan digunakan dalam pembuatan kaca, beragam bahan kimia, baterai, dan produk industri lainnya.

Tata Chemicals juga merupakan salah satu eksportir mineral Kenya terbesar dan penghasil soda abu terbesar Afrika.

Perusahaan itu mengekstrak trona dari Danau Magadi, dan memprosesnya menjadi soda abu, bahan utama dalam pembuatan kaca dan juga digunakan dalam deterjen, bahan kimia, pengolahan air, tekstil, dan kertas, menurut situs web perusahaan.

Laporan keuangan perusahaan tahun 2024 mencatat penjualan soda abu sekitar 245.000 ton dan omzet sebesar $78,7 juta.

Perusahaan mempekerjakan sekitar 500 orang dan mengatakan program kemasyarakatannya memberikan manfaat bagi sekitar 30.000 orang di sekitar Magadi melalui penyediaan air bersih, layanan kesehatan, pendidikan, infrastuktur dan lainnya.

Namun, Ruto mengatakan perusahaan itu tidak memberikan manfaat yang cukup bagi Kenya dan justru mengeruk sumber daya alam Kenya untuk kemudian dijual ke luar negeri.

“Tata Chemicals Magadi memiliki kontrak 100 tahun, dan mereka tidak melakukan apa-apa. Saya katakan kepada mereka supaya segera berkemas dan pergi,” kata Ruto dalam bahasa Swahili.”Mereka belum membangun apapun di Kajiado, mereka belum mendirikan pabrik di Kajiado.”

Pernyataan Ruto itu disampaikan lima pekan setelah Menteri Pertambangan Kenya memerintahkan Tata Chemicals Magadi untuk menghentikan operasi dengan alasan perusahaan belum menyelesaikan kewajiban membayar royalti dan belum memenuhi peraturan yang berlaku.

Sejarah perusahaan pengelola mineral di Danau Magadi itu bisa dilacak hingga tahun 1911, dengan izin penambangan besar diberikan oleh pemerintah Kenya pada tahun 1928.

Tata Chemicals mengambil alih operasi penambangan pada 2005 ketika konglomerat Tata membeli Brunner Mond Groupyang berbasis di Inggris.

Dalam sebuah pernyataan, Tata Chemicals mengatakan bahwa sejak mengakuisisi pabrik di Magadi pada tahun 2005, “pabrik tersebut telah memainkan peran penting dalam perekonomian Kenya dan terus menjadi bagian integral dari bisnis kami”.

Dalam sebuah pernyataan Tata mengatakan bahwa lebih dari 95% produknya diekspor ke Asia Tenggara, subkontinen India, Afrika, dan Timur Tengah. Perusahaan juga memproduksi garam alami untuk keperluan industri dan pakan ternak.

Tata Chemicals menyatakan bahwa sejak mengakuisisi pabrik di Magadi pada tahun 2005, “pabrik tersebut telah memainkan peran penting dalam perekonomian Kenya dan terus menjadi bagian integral dari bisnis kami”.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

5 September 2026 09:34
Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

3 September 2026 15:08
Berita

Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

3 September 2026 14:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?