Hidayatullah.com– Materi pendidikan umum tentang Konstitusi Federal dan sejarah Malaysia akan dimasukkan ke dalam kurikulum semua perguruan tinggi negeri dan swasta mulai tahun ini, kata Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim.
Ia mengatakan mata kuliah itu akan diajarkan sepenuhnya dalam bahasa Melayu dan akan diwajibkan bagi semua pelajar Malaysia di lembaga pendidikan tinggi.
“Di tingkat perguruan tinggi, kita tidak mewajibkan pelajaran bahasa Melayu dan sejarah, tetapi mulai tahun ini, kita akan memperkenalkan mata kuliah pendidikan umum yang direvisi, yang akan diajarkan dalam bahasa Melayu di semua perguruan negeri dan swasta bagi mahasiswa Malaysia, yaitu Konstitusi Federal dan Sejarah Malaysia, dalam kurikulum,” katanya saat peluncuran Rancangan Pendidikan Negara (RPN) 2026– 2035, hari Selasa (20/1/2026) di Putrajaya, lapor kantor berita Bernama.
“Tidak masuk di akal jika mahasiswa Malaysia tidak memiliki pemahaman tentang konstitusi dan sejarah negara mereka… Jika kita ingin melindungi bangsa ini, anak-anak kita harus menguasai pengetahuan dasar tentang konstitusi dan sejarah kita,” tegasnya.*




