Hidayatullah.com — Sejak hari pertama terjadinya musibah tanah longsor, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Barat bersama SAR Hidayatullah, DPD Hidayatullah Bandung Barat, dan Pemuda Hidayatullah telah berada di lokasi bencana untuk membantu para korban.
Tim gabungan tersebut dikerahkan untuk menangani dampak tanah longsor yang terjadi di Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Bencana ini dipicu oleh hujan berintensitas tinggi dan terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, sekitar pukul 03.00 WIB.
Pada Senin, 26 Januari 2026, tim gabungan kembali melanjutkan proses evakuasi korban. Namun, saat pencarian berlangsung, cuaca buruk sempat melanda lokasi sehingga seluruh tim evakuasi terpaksa mundur sementara dari zona titik longsor demi keselamatan.
Hingga berita ini diturunkan, tim di lapangan melaporkan dampak longsor yang cukup parah. Sebanyak 30 rumah warga dilaporkan hilang tertimbun material longsor. Jumlah korban jiwa yang telah ditemukan sejak hari pertama hingga hari ketiga mencapai 35 orang meninggal dunia dari total 87 warga yang dilaporkan hilang. Sementara itu, sebanyak 23 warga berhasil selamat dari bencana tersebut.
Koordinator Lapangan BMH, Yusep Suhendar, menyampaikan bahwa fokus utama BMH dan tim gabungan saat ini adalah membantu pencarian warga yang masih hilang serta terus memperbarui informasi dari lokasi bencana.
“Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat pelindung diri (APD) bagi tim evakuasi serta makanan siap saji untuk warga yang mengungsi,” ujar Yusep.
Ia juga menegaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan bersama Basarnas, TNI, dan BNPB di tengah medan pencarian yang berat. Proses pencarian korban akan kembali dilanjutkan bersama tim gabungan.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk peduli dan berbagi demi meringankan beban para korban,” pungkasnya.*/Asep Juhana




