Hidayatullah.com– Aliansi blok politik Syiah Iraq, Coordination Framework, hariSabtu (31/1/2026) menegaskan kembali dukungan mereka terhadap bekas perdana menteri Nouri al-Maliki untuk kembali memimpin pemerintahan negara itu, meskipun ada peringatan dari Presiden Donald Trump bahwa Amerika Serikat tidak akan memberikan bantuan lagi kepada Iraq apabila Al-Maliki kembali ke kursi kekuasaan.
Aliansi itu, yang memiliki kursi mayoritas di parlemen, memilih Al-Maliki menyusul digelarnya pemilu. Al-Maliki adalah perdana menteri Iraq pertama setelah invasi pasukan asing pimpinan AS menumbangkan rezim Saddam Hussein pada 2003.
“Pemilihan perdana menteri adalah murni urusan konstitusional Iraq dan harus dilaksanakan tanpa ada campur tangan pihak asing,” kata Coordination Framework dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters, seraya menambahkan bahwa pihaknya berusaha menemukan keseimbangan hubungan dengan mitra-mitra internasionalnya berbasis pada sikap saling menghormati.
Ancaman Trump itu merupakan salah satu contoh nyata dari upaya Presiden AS itu untuk memutus pengaruh dan hubungan Iran dengan negara atau kelompok lain.*




