Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

(Video) Gadis Minang Wakili Wisudawan Al-Azhar, Pidatonya Viral di Media Arab

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 Februari 2026 18:03 6:03 pm
Ahmad
Dipublikasikan 1 Februari 2026 18:03
Bagikan
Mahasiswi Al Azhar asal Indonesia Yeli Putriani bersama Syeikhul Azhar Syeikh Ahmad Thayyeb
Bagikan

Hidayatullah.com—Mahasiswi asal Agam, Sumatera Barat, Yeli Putriani menjadi sorotan internasional setelah pidato wisudanya di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, viral di media sosial dan menarik perhatian publik Arab.

Video pidato berbahasa Arab yang diunggah akun resmi Al-Azhar dilaporkan telah ditonton lebih dari 300 ribu kali dan mendapat sekitar 13,5 ribu tanda suka.

Yeli dipercaya sebagai wakil wisudawan asing dalam acara kelulusan yang berlangsung pada 25 Januari 2026. Penampilannya yang emosional—bahkan sempat menitikkan air mata—membuat momen tersebut cepat menyebar dan menuai apresiasi luas.

Saat membuka pidato, ia memperkenalkan diri dengan bahasa Arab, “Nama saya Yelly Putriani dari negara Indonesia,” yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.

«جئنا نطلب العلم في بلاد #الأزهر ونحمل أحلامًا كبيرة وطموحًا نبيلة»
الطالبة الإندونيسية، "ييلي بوترياني" توثق شهادتها في طلب العلم وتختصر رحلتها العلمية في الأزهر بعبارات بليغة، أثناء حفل تخرج طالبات كلية الدراسات الإسلامية والعربية. pic.twitter.com/KeemorOZuC

— الأزهر الشريف (@AlAzhar) January 24, 2026

Ia kemudian menyampaikan rasa bangga bisa mewakili para wisudawati, khususnya mahasiswa internasional, serta mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan selama masa studi.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

“Pertama-tama, kami menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para syaikh dan dosen-dosen terhormat yang telah mengajarkan kami ilmu dan adab, serta menanamkan dalam diri kami cinta kepada bahasa Arab, bahasa Al-Quran Al-Karim,” ujar Yeli dalam pidatonya yang viral di media Arab.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada kedua orang tuanya di Indonesia. “Setelah Allah, merekalah sebab saya bisa sampai pada tingkatan ini melalui doa, dorongan, dan pengorbanan mereka,” katanya, mengenang perjalanan awal saat tiba di Mesir dengan perasaan antara takut dan penuh harapan.

https://twitter.com/alwafdportal/status/2017237053994393801/photo/1

Media melaporkan bahwa kefasihan Yeli berbahasa Arab serta dedikasinya pada ilmu Al-Qur’an menjadi alasan kuat di balik apresiasi yang ia terima. Bahkan, Imam Besar Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayyib kemudian menawarinya kesempatan melanjutkan studi magister (S2) untuk mendukung karier akademiknya.

Al-Azhar sendiri dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam  dan basis pemikiran ahlus Sunnah tertua dan paling bergengsi di dunia, sehingga tampil sebagai perwakilan wisudawan merupakan kehormatan tersendiri bagi mahasiswa asing.

Yeli merupakan alumni Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek yang menempuh pendidikan selama enam tahun sebelum melanjutkan studi ke Kairo. Sosoknya bahkan disebut sebagai simbol keberhasilan pendidikan pesantren dalam mencetak generasi berprestasi di kancah global.

Prestasi Yeli bukan datang tiba-tiba. Pada 2022, ia meraih juara pertama lomba tahfidz Al-Qur’an kategori 7,5 juz di Mesir setelah mengalahkan sekitar 70 peserta dari berbagai negara, termasuk Thailand, Nigeria, dan tuan rumah Mesir.

“Alhamdulillah, saya mendapat juara pertama untuk lomba tahfiz Quran kategori 7,5 juz,” ujarnya dikutip Antara kala itu.

Mahasiswi kelahiran 2003 tersebut diketahui memilih fokus pada studi Al-Qur’an dan ilmu bahasa Arab karena kecintaannya pada kitab suci telah tertanam sejak kecil—motivasi yang kemudian mengantarnya menempuh pendidikan tinggi di Al-Azhar.

Dalam pidatonya, Yeli juga menegaskan bahwa ia dan rekan-rekannya datang ke Al-Azhar dengan “cinta untuk belajar dan mimpi besar,” membawa ambisi mulia untuk menuntut ilmu di salah satu pusat keilmuan Islam dunia.

Pihak universitas memuji ketekunan Yeli dan menilainya sebagai teladan perempuan Muslim yang dapat berkontribusi bagi kemajuan masyarakat melalui ilmu pengetahuan.

Kisah Yeli Putriani menambah daftar pelajar Indonesia yang menorehkan prestasi di luar negeri sekaligus memperlihatkan bagaimana pendidikan pesantren dapat melahirkan generasi yang mampu bersaing di panggung global.

Viralitas pidatonya bukan hanya mencerminkan kebanggaan personal, tetapi juga menjadi simbol kehadiran mahasiswa Indonesia dalam percaturan akademik internasional.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AgamArabHeadlineMesirSumatera BaratUniversitas Al-AzharwisudaYeli Putriani
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Katib Syuriyah PBNU Sebut Pernyataan Yahya Tsaquf soal “Dewan Perdamaian” Bersifat Pribadi
Tulisan selanjutnya Dengan Rumus Matematika, Astrofisikawan Willie Soon Buktikan Tuhan Itu Ada

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Berita
16 Oktober 2026 14:56
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?