Hidayatullah.com—Mahasiswi asal Agam, Sumatera Barat, Yeli Putriani menjadi sorotan internasional setelah pidato wisudanya di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, viral di media sosial dan menarik perhatian publik Arab.
Video pidato berbahasa Arab yang diunggah akun resmi Al-Azhar dilaporkan telah ditonton lebih dari 300 ribu kali dan mendapat sekitar 13,5 ribu tanda suka.
Yeli dipercaya sebagai wakil wisudawan asing dalam acara kelulusan yang berlangsung pada 25 Januari 2026. Penampilannya yang emosional—bahkan sempat menitikkan air mata—membuat momen tersebut cepat menyebar dan menuai apresiasi luas.
Saat membuka pidato, ia memperkenalkan diri dengan bahasa Arab, “Nama saya Yelly Putriani dari negara Indonesia,” yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.
Ia kemudian menyampaikan rasa bangga bisa mewakili para wisudawati, khususnya mahasiswa internasional, serta mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan selama masa studi.
“Pertama-tama, kami menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para syaikh dan dosen-dosen terhormat yang telah mengajarkan kami ilmu dan adab, serta menanamkan dalam diri kami cinta kepada bahasa Arab, bahasa Al-Quran Al-Karim,” ujar Yeli dalam pidatonya yang viral di media Arab.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada kedua orang tuanya di Indonesia. “Setelah Allah, merekalah sebab saya bisa sampai pada tingkatan ini melalui doa, dorongan, dan pengorbanan mereka,” katanya, mengenang perjalanan awal saat tiba di Mesir dengan perasaan antara takut dan penuh harapan.
Media melaporkan bahwa kefasihan Yeli berbahasa Arab serta dedikasinya pada ilmu Al-Qur’an menjadi alasan kuat di balik apresiasi yang ia terima. Bahkan, Imam Besar Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayyib kemudian menawarinya kesempatan melanjutkan studi magister (S2) untuk mendukung karier akademiknya.
Al-Azhar sendiri dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam dan basis pemikiran ahlus Sunnah tertua dan paling bergengsi di dunia, sehingga tampil sebagai perwakilan wisudawan merupakan kehormatan tersendiri bagi mahasiswa asing.
Yeli merupakan alumni Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek yang menempuh pendidikan selama enam tahun sebelum melanjutkan studi ke Kairo. Sosoknya bahkan disebut sebagai simbol keberhasilan pendidikan pesantren dalam mencetak generasi berprestasi di kancah global.
Prestasi Yeli bukan datang tiba-tiba. Pada 2022, ia meraih juara pertama lomba tahfidz Al-Qur’an kategori 7,5 juz di Mesir setelah mengalahkan sekitar 70 peserta dari berbagai negara, termasuk Thailand, Nigeria, dan tuan rumah Mesir.
“Alhamdulillah, saya mendapat juara pertama untuk lomba tahfiz Quran kategori 7,5 juz,” ujarnya dikutip Antara kala itu.
Mahasiswi kelahiran 2003 tersebut diketahui memilih fokus pada studi Al-Qur’an dan ilmu bahasa Arab karena kecintaannya pada kitab suci telah tertanam sejak kecil—motivasi yang kemudian mengantarnya menempuh pendidikan tinggi di Al-Azhar.
Dalam pidatonya, Yeli juga menegaskan bahwa ia dan rekan-rekannya datang ke Al-Azhar dengan “cinta untuk belajar dan mimpi besar,” membawa ambisi mulia untuk menuntut ilmu di salah satu pusat keilmuan Islam dunia.
Pihak universitas memuji ketekunan Yeli dan menilainya sebagai teladan perempuan Muslim yang dapat berkontribusi bagi kemajuan masyarakat melalui ilmu pengetahuan.
Kisah Yeli Putriani menambah daftar pelajar Indonesia yang menorehkan prestasi di luar negeri sekaligus memperlihatkan bagaimana pendidikan pesantren dapat melahirkan generasi yang mampu bersaing di panggung global.
Viralitas pidatonya bukan hanya mencerminkan kebanggaan personal, tetapi juga menjadi simbol kehadiran mahasiswa Indonesia dalam percaturan akademik internasional.*




