Hidayatullah.com– Arab Saudi mengumumkan rencana untuk menerbitkan paspor bagi jutaan unta di kerajaan tersebut, untuk membantu pengelolaan lebih baik kawanan hewan berpunuk itu yang bernilai sangat tinggi bagi penduduk berbagai negeri di kawasan itu.
Kementerian lingkungan hidup, air, dan pertanian menjanjikan inisiatif ini akan meningkatkan “produktivitas dan efisiensi di sektor per-unta-an serta membangun basis data referensi yang andal bagi unta”.
Lewat media sosial kementerian, hari Selasa (3/2/2026) menunjukkan gambar dokumen dimaksud: paspor hijau yang dicap dengan lambang negara dan gambar unta berwarna emas, lansir AFP.
Paspor itu akan menjadi alat bantu untuk mengelola operasi penjualan dan perdagangan dengan mengatur perniagaan dan transportasinya, memastikan dokumentasi resmi untuk setiap ekor unta, perlindungan terhadap hak-hak pemilik unta, serta memfasilitasi bukti kepemilikan unta, lapor lembaga penyiaran milik pemerintah Al Ekhbariya.
Pada tahun 2024, pemerintah memperkirakan terdapat sekitar 2,2 juta unta di seluruh wilayah Kerajaan Arab Saudi.
Arab Saudi menggelar kontes kecantikan untuk para unta yang diselenggarakan setiap tahun, di mana para peminat hewan itu tidak sungkan mengeluarkan ratusan ribu dolar untuk mengikuti kontes hewan berpunuk itu. Bahkan, orang-orang yang tidak bermoral tidak ragu untuk mencari keuntungan secara ilegal dari kesukaan masyarakat terhadap unta.
Dalam beberapa tahun terakhir, panitia mengambil tindakan tegas terhadap praktik peningkatan penampilan secara kosmetika, sebuah praktik buruk yang menjamur di tengah persaingan ketat meskipun ada sanksi berat.
Tindakan mempercantik unta dengan membuat bibirnya lebih terkulai dan punuknya lebih berbentuk sangat tidak disukai oleh pihak berwenang yang ingin mendorong penampilan alami.
Unta menjadi bagian penting dari kehidupan di Semenanjung Arab selama ribuan tahun terutama sebagai alat transportasi. Begitu berharganya hewan itu memberikan status tersendiri kepada pemiliknya dan memicu kemunculan industri peternakan yang sangat menguntungkan.
Hasil penelitian yang diterbitkan pada tahun 2021 menunjukkan bahwa ukiran unta dan kuda seukuran aslinya yang dipahat di permukaan batu yang ditemukan di Saudi menjadi bukti pemanfaatan unta oleh penduduk Jazirah Arab sekitar 7.000 tahun lalu.*




