Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Debat Hijab di Turki Mencuat Usai Viral Muslimah Banting Pendukung Sekularisme

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 Februari 2026 06:02 6:02 am
Ahmad
Dipublikasikan 11 Februari 2026 06:01
Bagikan
Foto: Ilustrasi
Bagikan

Hidayatullah.com–Isu hijab kembali menjadi topik hangat di Turki setelah sebuah video viral di media sosial memperlihatkan konfrontasi antara seorang wanita tanpa hijab dan seorang wanita berhijab yang kemudian menjadi sorotan pengguna Instagram di Turki, termasuk unggahan diskusi publik di Twitter/X.

तुर्की में, एक धर्मनिरपेक्ष महिला ने हिजाब पहनी महिला का सिर ढकने वाला स्कार्फ हटाने की कोशिश की। हिजाब पहनी महिला ने उसे ऐसा सबक सिखाया कि उसे जीवन भर हिजाब न पहनने का पछतावा रहेगा। pic.twitter.com/2qviyjVvVe

— Samiya9 (@Samiyaa999) February 9, 2026

Meskipun detail peristiwa belum terverifikasi oleh media arus utama, kasus itu memicu perdebatan luas tentang hak berpakaian dan warisan sekularisme Turki.

Dalam video yang beredar, tampak seorang perempuan sekuler tampak mencoba menarik kerudung wanita berhijab.  Wanita berhijab kemudian bereaksi tegas, yang oleh netizen Turki disebut sebagai “pelajaran tentang harga diri dan kebebasan berpakaian.”

Unggahan tersebut menjadi viral dan memicu ribuan komentar dari warganet Turki di Twitter/X, termasuk dari akun berita lokal seperti Hurriyet Daily News (@HDNER) yang menyoroti bagaimana isu hijab masih menjadi simbol perdebatan sosial di Turki meskipun sudah lama menjadi bagian kehidupan publik.

Permasalahan hijab di Turki memiliki latar sejarah yang panjang. Debat tentang hak memakai hijab pernah mencapai puncaknya pada akhir abad ke-20 ketika mahasiswa dan pekerja publik dilarang mengenakan hijab di universitas dan institusi pemerintahan selama beberapa dekade di bawah prinsip sekularisme yang dipaksakan Mustafa KemalAtatürk (1923).

Baca Juga

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

Sekularisme di Turki awalnya dipandang sebagai upaya untuk memisahkan agama dari urusan negara, tetapi pemberlakuan larangan tersebut memicu ketegangan antara kelompok sekuler dan religius selama puluhan tahun.

Larangan itu kemudian dicabut secara bertahap oleh pemerintah Turki. Menurut laporan sebelumnya oleh Reuters, larangan terhadap pemakaian hijab di sekolah dan institusi publik yang diberlakukan sejak tahun 1980-an mulai dihapus pada 2010 dan dilanjutkan dengan reformasi pada 2013 sehingga perempuan Muslim bisa memakai hijab di tempat kerja dan instansi pemerintah.

Meski demikian, isu hijab masih sering muncul dalam percaturan politik dan media karena mencerminkan ketegangan nilai antara kelompok sekuler yang ingin mempertahankan identitas budaya Barat-Sekuler dan golongan konservatif yang memandang hijab sebagai simbol kebebasan beragama.

Debat ini kembali melonjak saat Presiden Recep Tayyip Erdoğan mengusulkan referendum yang bertujuan menjamin secara konstitusional hak perempuan untuk memakai hijab di semua institusi negara, termasuk sekolah dan universitas, lapor Euronews.

Para komentator independen di Turki menilai bahwa kontroversi video viral itu bukan sekadar pertengkaran antarindividu, tetapi mencerminkan sensitivitas yang terus ada dalam masyarakat terkait hijab dan ekspresi agama.

Beberapa pengguna Twitter/X mengomentari bahwa konfrontasi semacam itu seringkali terhubung dengan persepsi bahwa hijab menjadi simbol identitas politik tertentu di tengah masyarakat yang masih terpecah antara sekuler dan religius.

Akun Bianet yang sering membahas isu HAM di Turki juga menunjukkan bahwa stigma terhadap wanita berhijab kadang muncul dari pandangan sekuler yang mengaitkan hijab dengan politik Islam sedang diterapkan, walaupun secara hukum kebebasan berpakaian tetap diakui.

Isu ini semakin diperumit oleh sejarah sekularisme Turki yang berasal dari reformasi Atatürk pada awal abad ke-20 yang menghapus banyak simbol religius dari ranah umum, termasuk standar berpakaian publik.

Ketegangan kultural ini masih terasa di masyarakat modern Turki di mana toleransi terhadap pluralitas keyakinan dianggap sebagai indikator keberhasilan demokrasi sekuler.

Hingga saat ini, otoritas Turki belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai video viral itu, dan jurnalis setempat terus menunggu konfirmasi fakta di lapangan terkait siapa pihak yang terlibat dan konteks sesungguhnya dari kejadian tersebut.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinehijabjilbab TurkiMuslimahsekularismeTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Ajak Umat Islam Jalani Puasa dengan Tenang dan Penuh Persatuan
Tulisan selanjutnya Pensiunan Jenderal Israel Ungkap ‘Jalan Kehancuran’ Zionis Sebelum Tahun 2048

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya

Berita
5 September 2026 14:50
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

5 September 2026 09:34
Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

3 September 2026 19:12
Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

3 September 2026 15:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?