Hidayatullah.com – Dua masjid di Rautahat, Nepal selatan dilaporkan dibakar setelah bentrokan antara warga Muslim dan massa Hindu.
Ketegangan terjadi setelah warga setempat memprotes musik yang dimainkan dalam proses pernikahan di depan masjid yang sedang melaksanakan shalat tarawih, menurut media setempat.
Melansir The Hindu pada Sabtu (21/02/2026), kekerasan itu juga menyebabkan sejumlah Al-Quran di salah satu masjid hangus terbakar.
Pembakaran masjid bermula pada Kamis (19/02), ketika proses pernikahan Hindu yang menampilkan musik melintas di depan masjid saat shalat tarawih berlangsung.
Jamaah masjid kemudian memprotes aksi tersebut, yang lantas berkembang menjadi adu mulut dan perselisihan fisik antara dua kelompok pada Jumat dan Sabtu.
Selain korban material, setidaknya delapan orang, termasuk dua polisi, terluka dalam bentrokan antara dua kelompok. Sebelumnya, pihak berwenang setempat telah mengerahkan ratusan personel polisi anti huru hara di daerah yang rawan konflik untuk mencegah bentrokan.
Ketegangan meningkat setelah sebuah kendaraan dibakar selama bentrokan, kata The Kathmandu Post, menambahkan bahwa, meskipun kesepakatan enam poin tercapai pada Jumat (20 Februari) malam antara kedua pihak setelah konfrontasi sebelumnya, pelemparan batu kembali terjadi sekitar pukul 9 pagi pada Sabtu (21 Februari). Hal ini semakin memperburuk situasi sehingga pemerintah memberlakukan jam malam.*




