Hidayatullah.com – Pangeran Harry dan Meghan Markle tiba di Yordania pada hari Rabu untuk bertemu dengan anak-anak Palestina yang dievakuasi dari Gaza. Banyak dari anak-anak ini terluka akibat serangan penjajah Israel.
Pasangan itu juga menghibur pengungsi Suriah dengan bermain sepak bola dan musik, kata badan pengungsi PBB UNCHR pada Kamis (26/02/2026).
Atas undangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Harry dan Meghan mengunjungi sebuah rumah sakit di Amman. Di sana, mereka bertemu dengan anak-anak yang dievakuasi dari Gaza untuk mendapatkan perawatan medis.
Kantor Sussex mengatakan kunjungan dua hari itu akan berfokus pada respons kesehatan kemanusiaan, kesehatan mental, dan dukungan untuk komunitas rentan yang terkena dampak perang dan pengungsian.
“Kami tetap sangat berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran, mengurangi stigma, dan memperluas akses ke dukungan kesehatan mental bagi semua orang yang terkena dampak konflik dan krisis,” kata Pangeran Harry kepada WHO.
Pasangan itu bertemu dengan seorang anak bernama Maria, 14 tahun, yang kehilangan enam anggota keluarganya termasuk orang tuanya, dalam serangan Israel. Akibat serangan penjajah kaki Maria mengalami luka bakar parah dan membutuhkan amputasi jari-jari kaki kanannya.
Sebelumnya pada hari itu, Harry dan Meghan mengunjungi kamp pengungsi untuk anak-anak Suriah.
Ribuan anak di Gaza kini hidup dengan amputasi akibat serangan langsung Israel, menandai gelombang disabilitas kolektif terbesar dalam sejarah kontemporer Palestina. Sekitar 18.500 orang, termasuk 5.200 anak-anak, sangat membutuhkan evakuasi medis untuk menyelamatkan nyawa mereka, karena Israel terus memblokir akses ke perawatan dan pergerakan yang aman.
Sejak dimulainya genosida, lebih dari 76.600 orang telah syahid atau hilang, termasuk lebih dari 20.000 anak-anak. Rumah sakit telah menerima lebih dari 19.450 korban anak-anak, dan ribuan keluarga telah hancur atau dihapus dari catatan sipil. Perempuan, lansia, staf medis, jurnalis, dan pekerja kota merupakan sebagian besar dari mereka yang dibunuh oleh Israel bahkan setelah gencatan senjata diumumkan.*




