Hidayatullah.com – Puluhan tentara Amerika Serikat mengalami luka serius akibat serangan drone Iran yang menghantam pusat operasi taktis AS di Kuwait pada awal perang dengan Iran, menurut laporan pada Rabu.
Luka yang mereka alami beragam mulai dari trauma otak, luka bakar, dan luka akibat pecahan peluru. Bahkan salah satu diantara mereka harus diamputasi, lapor CBS News, mengutip beberapa sumber.
Lebih dari 30 personel masih dirawat di rumah sakit hingga Selasa, kata laporan itu.
Satu orang dilaporkan dirawat di Brooke Army Medical Center di negara bagian Texas, AS, 12 orang di Walter Reed National Military Medical Center dekat Washington, dan sekitar 25 orang di Landstuhl Regional Medical Center di Jerman.
Sekitar 20 dari mereka yang terluka diterbangkan ke Jerman dengan pesawat militer C-17 dengan cedera “darurat” yang membutuhkan evakuasi, termasuk gegar otak, kehilangan ingatan, dan cedera otak traumatis, kata sumber kepada CBS.
Pentagon awalnya mengatakan lima orang terluka parah dan “beberapa lainnya mengalami luka ringan akibat pecahan peluru dan gegar otak.”
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan pada hari Selasa bahwa 140 anggota militer AS telah terluka sejak awal perang dengan Iran, dan sebagian besar telah kembali bertugas sementara delapan orang masih terluka parah dan menerima perawatan medis tingkat lanjut.*




