Hidayatullah.com— Iran menegaskan bantahan atas tuduhan bahwa mereka meluncurkan rudal yang menargetkan pangkalan militer gabungan Amerika Serikat (AS)–Inggris (UK) di Diego Garcia, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, melalui pernyataan di platform X menyebut tuduhan tersebut tidak memiliki kredibilitas dan merupakan bagian dari pola “informasi palsu”.
“Bahkan keengganan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, untuk mendukung klaim terbaru Israel sudah cukup menunjukkan bahwa dunia semakin muak dengan narasi ‘bendera palsu’ yang usang dan tidak lagi dipercaya,” tulis Baqaei.
Pernyataan ini muncul setelah Mark Rutte dilaporkan mengatakan bahwa NATO “tidak dapat mengonfirmasi” klaim ‘Israel’ terkait dugaan peluncuran rudal balistik Iran yang mengarah ke Diego Garcia.
Sebelumnya, laporan Wall Street Journal yang dikutip berbagai media Barat menyebutkan bahwa dua rudal balistik jarak menengah diluncurkan ke arah pangkalan tersebut, namun tidak ada yang mengenai target.
Laporan itu juga menyebutkan satu rudal gagal di tengah penerbangan, sementara rudal lainnya dicegat oleh kapal perang Angkatan Laut AS menggunakan sistem pertahanan SM-3, meski hasil intersepsi belum sepenuhnya jelas.
Media Inggris seperti The Guardian turut melaporkan bahwa tidak ada rudal yang berhasil mencapai pangkalan Diego Garcia, meskipun London tetap mengecam tindakan yang disebut sebagai ancaman dari Iran.
Di sisi lain, sejumlah laporan Barat juga mengakui bahwa belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah AS maupun Inggris terkait detail insiden tersebut, sehingga menambah ketidakjelasan informasi di lapangan.
Dalam konteks konflik yang lebih luas, beberapa laporan menyebutkan bahwa klaim serangan tersebut juga dibantah oleh Iran yang menyebutnya sebagai operasi “false flag” atau rekayasa untuk membangun opini internasional.
Diego Garcia sendiri merupakan pangkalan strategis di Samudra Hindia yang digunakan bersama oleh AS dan Inggris, serta menjadi salah satu titik penting dalam operasi militer terhadap Iran.
Lokasinya yang berjarak sekitar 4.000 kilometer dari Iran juga menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan jangkauan rudal yang dituduhkan, mengingat Teheran selama ini menyatakan batas jangkauan rudalnya sekitar 2.000 kilometer.
Perbedaan klaim antara Iran, Israel, dan media Barat ini menunjukkan kabut informasi yang masih menyelimuti konflik, sekaligus memperlihatkan bagaimana perang narasi turut menjadi bagian penting dalam eskalasi geopolitik saat ini.*




