Hidayatullah.com – Misi Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) merilis hasil penyelidikan awal penyebab gugurnya 3 prajurit TNI. Salah satu dari prajurit TNI gugur akibat proyektil tank yang ditembakkan pasukan Israel.
Berdasarkan analisis lokasi benturan dan pecahan yang ditemukan di posisi tersebut, UNIFIL mengatakan pada hari Selasa bahwa peluru tersebut adalah proyektil persenjataan utama tank 120mm yang ditembakkan oleh tank Merkava Israel dari timur, ke arah Ett Taibe.
“Proyektil tersebut adalah peluru utama tank kaliber 120 mm, yang ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur, menuju Ett Taibe,” kata Juru Bicara Sekjen PBB dalam jumpa pers pada Rabu (08/04/2026).
UNIFIL mencatat bahwa mereka telah memberikan koordinat semua posisi dan fasilitasnya kepada militer Israel pada tanggal 6 Maret dan sekali lagi pada tanggal 22 Maret, beberapa minggu sebelum insiden tersebut, dalam upaya untuk mengurangi risiko terhadap personelnya.
Penjaga perdamaian asal Indonesia tersebut gugur pada malam tanggal 29 Maret ketika sebuah proyektil menghantam posisi UNIFIL di dekat Adchit Al Qusayr.
Seorang penjaga perdamaian lainnya mengalami luka kritis dalam serangan tersebut. Pada saat itu, UNIFIL mengatakan asal usul proyektil tersebut tidak diketahui dan meluncurkan penyelidikan.
Dalam pernyataan awalnya, UNIFIL mengatakan bahwa serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 yang mengakhiri Perang Lebanon 2006, dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
“Hari ini, UNIFIL memberikan penghormatan kepada kehidupan dan pengabdian Mayor Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Farizal Rhomadon dari Indonesia, yang gugur dalam dua insiden pada tanggal 29 dan 30 Maret saat dengan gagah berani menjalankan tugas mereka di Lebanon selatan,” tulis UNIFIL di X pada Jumat (03/04/2026).*




