Hidayatullah.com – Seorang jurnalis Palestina, Mohammed Washah, syahid setelah penjajah Israel menargetkan kendaraan yang ditumpanginya di dekat bundaran Al-Nabulsi, Barat Kota Gaza pada Rabu (08/04/2026).
Dalam video yang dibagikan di media sosial, tampak mobil yang ditumpangi koresponden Al Jazeera Mubasher tersebut terbakar hebat.
Sumber-sumber lokal mengkonfirmasi bahwa serangan itu langsung mengenai kendaraan tersebut, menyebabkan kematian seketika Washah dan seorang penumpang lainnya.
Al Jazeera mengutuk pembunuhan tersebut.
“Jaringan Media Al Jazeera mengutuk keras kejahatan keji berupa penargetan dan pembunuhan koresponden Al Jazeera Mubasher, Mohammed Wishah, menyusul serangan terhadap kendaraan yang ditumpanginya di sebelah barat Jalur Gaza,” kata Al Jazeera dalam sebuah pernyataan.
Saluran tersebut mengatakan bahwa mereka “menegaskan bahwa pembunuhannya bukanlah tindakan acak tetapi kejahatan yang disengaja dan ditargetkan yang bertujuan untuk mengintimidasi jurnalis”, menambahkan bahwa mereka “mempertanggungjawabkan sepenuhnya pasukan pendudukan Israel”.
Kematian ini menambah jumlah jurnalis yang menjadi korban kebiadaban penjajah Israel di Gaza, meningkatkan kekhawatiran baru tentang keselamatan pers di wilayah yang terkepung tersebut.
Sementara, pasukan Israel juga melanjutkan pemboman mereka di berbagai daerah. Tiga warga sipil mengalami luka-luka pada hari yang sama ketika penembakan dan tembakan semakin intensif. Dua warga sipil terluka setelah artileri Israel menargetkan lingkungan Sheikh Nasser di pusat Khan Younis, sementara orang ketiga terluka akibat tembakan Israel di bagian selatan kota.
Pasukan Israel juga melakukan serangan udara, penembakan artileri, dan tembakan langsung di seluruh wilayah timur Jalur Gaza.
Eskalasi ini mencerminkan pola serangan Israel meskipun ada perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani Trump antara Israel dan Hamas, yang mulai berlaku pada bulan Oktober.
Sejak perjanjian tersebut, pasukan Israel terus melakukan serangan dan operasi militer hampir setiap hari di seluruh Gaza.
Pelanggaran berulang ini telah membunuh ratusan warga Palestina dan melukai ribuan lainnya, semakin melemahkan gencatan senjata yang sudah rapuh.*




