Hidayatullah.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah resmi menetapkan arah baru dalam pengabdian hukumnya melalui transformasi menjadi gerakan sosial berbasis bantuan hukum struktural. Hal ini ditegaskan dalam momentum silaturahmi Halal bi Halal pengurus pusat yang digelar di Kantor LBH Hidayatullah, Jakarta Selatan, Ahad (12/04/2026).
Geser Paradigma ke Hulu
Ketua LBH Pusat, Ustaz Syaifullah Hamid, S.H., M.H., menyatakan bahwa di bawah nakhoda kepengurusan baru, LBH Hidayatullah tidak lagi hanya berfokus pada pendampingan litigasi atau penanganan perkara di hilir seperti pengadilan dan kepolisian. LBH kini memposisikan diri sebagai instrumen edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami menginginkan LBH Hidayatullah menjadi gerakan sosial yang mengorientasikan diri pada pemberdayaan masyarakat di bidang hukum,” tegas Syaifullah. Ia menjelaskan bahwa pendekatan Bantuan Hukum Struktural diadopsi karena persoalan kriminalitas di masyarakat sering kali berakar dari kebijakan negara yang kurang tepat di tingkat hulu. Dengan paradigma ini, LBH berkomitmen menyelesaikan akar masalah sosial secara mendasar, bukan sekadar menjadi “pemadam kebakaran” kasus hukum.
Penguatan Organisasi dan Rekrutmen Kader
Sejalan dengan visi tersebut, Direktur Eksekutif LBH Hidayatullah, Ustaz Hidayat, mengungkapkan agenda besar lembaga untuk melakukan ekspansi sumber daya manusia. Target utamanya adalah memastikan setiap wilayah memiliki pengacara profesional yang mampu menjadi jembatan antara pusat dan daerah dalam menangani perkara. Dalam waktu dekat, LBH juga berencana menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) perdana untuk memperkuat basis data dan pembentukan struktur di berbagai daerah.
Aspek kaderisasi ini turut diperkuat oleh paparan Ustaz Imam Nawawi selaku Departemen Rekrutmen Kader DPP Hidayatullah. Ia menekankan bahwa LBH harus menjadi ruang aktualisasi profesional yang berbasis pada tradisi keilmuan. Menurutnya, kader LBH harus memiliki keberanian dan kapasitas argumen yang lahir dari budaya membaca dan diskusi yang kuat.
Wasilah Perjuangan
Sementara itu, Ketua Departemen Pembinaan Anggota DPP Hidayatullah sekaligus Pengawas LBH Pusat, Ustaz Iwan Abdullah, menyebut kehadiran LBH sebagai wasilah atau sarana strategis bagi kader untuk mengaktualisasikan kepedulian di bidang hukum. Ia mengingatkan pesan pimpinan bahwa amal usaha seperti LBH merupakan pintu gerbang untuk merekrut orang-orang yang memiliki visi perjuangan yang sama.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus LBH Pusat, pengurus LBH DKI Jakarta, serta LBH Banten. Melalui paradigma baru ini, LBH Hidayatullah diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam membela hak-hak masyarakat secara struktural sekaligus motor penggerak literasi hukum di Indonesia.*




