Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Prancis Desak Warganya Segera Tinggalkan Mali

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 April 2026 18:38 6:38 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 April 2026 18:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Prancis mendesak warganya untuk sesegera mungkin meninggalkan Mali, setelah terjadi serangan terkoordinasi oleh kelompok-kelompok separatis dan Muslim pada akhir pekan kemarin.

Dalam imbauan terbaru hari Rabu (29/4/2025), Prancis juga mendesak warganya tidak melakukan perjalanan ke negara di Afrika Barat tersebut, karena situasi di sana tidak dapat diprediksi.

“Warga negara Prancis disarankan untuk mengatur kepergian mereka dari Mali untuk sementara ini sesegera mungkin dengan menggunakan penerbangan komersial yang tersedia” kata Kementerian Luar Negeri Prancis.

Apabila masih belum dapat berangkat, mereka diminta untuk tetap tinggal di kediamannya, membatasi pergerakan di luar rumah dan mengikuti instruksi dari otoritas setempat, serta supaya terus memberikan kabar kepada keluarga dan kerabat masing-masing.

Sementara itu pemimpin junta militer Mali Jenderal Assimi Goïta mengatakan situasi di negaranya terkendali.

Baca Juga

Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
Tak Hanyut Oleh Banjir: Asa Santri Aceh Tamiang Tetap Menyala
Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran

Berbicara di muka publik untuk pertam kalinya pada Selasa malam, dia mengatakan tentara memukul telak para pelaku serangan dan mengisyaratkan bahwa operasi militer memburu para perusuh masih terus berlangsung, lansir BBC.

Militer Mali dipimpin oleh Goïta merebut kekuasaan melalui kudeta pada 2020, dengan janji akn memulihkan keamanan negara dan membasmi kelompok-kelompok bersenjata.

Ketika melakukan kudeta junta mendapatkan dukungan rakyat, tetapi kelompok-kelompok bersenjata masih merajalela dan kerap melakukan serangan yang merenggut banyak nyawa rakyat sipil. Kelompok bersenjata Muslim masih menguasai sebagian besar wilayah di bagian utara dan bagian timur sebagian besar masih di luar kendali pasukan pemerintah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Prancis – bekas negara penjajah Mali – mengerahkan pasukan perdamaian guna membantu menjaga keamanan, dan pemerintah militer menyewa tentara bayaran asal Rusia untuk membantu mereka menghadapi kelompok bersenjata.

Inggris juga mengeluarkan peringatan dan imbauan serupa.

“Apabila Anda memilih untuk tetap berada di Mali, maka risikonya Anda tanggung sendiri. Anda harus memiliki rencana darurat dan tidak mengandalkan pemerintah Inggris,” imbuh Foreign Office.

Bandara Internasional Bamako saat ini masih buka, tetapi para pelancong diminta terus mengikuti perkembangan informasi kalau-kalau terjadi penundaan atau pembatalan penerbangan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dakwah Fardiyah Strategis dalam Menebar Pencerahan Spesifik
Tulisan selanjutnya Perlindungan Anak Jadi Prioritas, Turki Siapkan Pengawasan Ketat Media Sosial

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Berita
12 Juni 2026 21:12
Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz

Terbaru

  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
  • Tak Hanyut Oleh Banjir: Asa Santri Aceh Tamiang Tetap Menyala
  • Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban

13 Juni 2026 15:11
Berita

Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya

13 Juni 2026 14:36
Berita

Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat

13 Juni 2026 13:44
Berita

Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI

13 Juni 2026 10:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?