Hidayatullah.com– Departemen Keuangan Amerika Serikat hari Kamis (21/5/2026) mengumumkan sanksi atas sejumlah anggota senior Hizbullah, perwira tinggi militer dan pejabat keamanan Libanon.
Sembilan individu tersebut dianggap mengganggu proses perdamaian di Libanon dan menghalangi pelucutan senjata Hizbullah, lansir Al Arabiya.
AS menjatuhkan sanksi atas anggota parlemen dari partai Hizbullah Hassan Fadlallah, Ibrahim al-Moussawi, dan Hussein al-Hajj Hassan serta bekas anggota legislatif dan mantan menteri Mohammed Fneish.
Sanksi juga dijatuhkan atas Mohammad Reza Sheibani, duta besar Iran untuk Libanon yang kemudian dinyatakan sebagai persona non grata dan diusir dari Beirut, serta pejabat keamanan Ahmad Asaad Baalbaki dan Ali Ahmad Safawi.
Kepala Departemen Keamanan Nasional Brigjen Khattar Nasser Eldin dan Kepala Direktorat Intelijen Militer Cabang Dahiyah Kolonel Samir Hamadi dijatuhkan sanksi karena membagikan “informasi intelijen penting” kepada Hizbullah selama konflik dengan Israel berlangsung tahun lalu.
“Hizbullah merupakan organisasi teroris dan harus dilucuti semua senjatanya,” kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
“Departemen Keuangan akan terus mengambil tindakan terhadap para pejabat yang menginfiltrasi pemerintah Libanon dan memungkinkan Hizbullah untuk melancarkan kekerasan yang tidak masuk akal terhadap rakyat Libanon dan menghalangi perdamaian abadi,” imbuh Bessent.*




