Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tradisi Kirap Hewan Qurban di Jamaah Pengajian Surabaya (JPS)

Mahmud
Terakhir diupdate: 28 Mei 2026 14:48 2:48 pm
Mahmud
Dipublikasikan 28 Mei 2026 09:11
Bagikan
Tradisi Kirap Hewan Qurban JPS (Jamaah Pengajian Surabaya)
Bagikan

“Proses kirap atau yang dikenal dalam istilah peternakan “latihan” dari kata exercise atau training di dalam manajemen pemeliharaan ternak merupakan program latihan gerak yang dilakukan secara periodik. Tujuannya untuk menjaga stamina tubuh ternak agar tetap terpelihara. Juga untuk menstimulasi terbentuknya sel-sel penyusun struktur jaringan tubuh hewan agar lebih berkembang secara lebih baik dan seimbang.”

Hidayatullah.com | PERAYAAN Idul Adha bagi Jamaah Pengajian Surabaya (JPS) -asuhan KH. Sattar Madjid- tidak hanya dimaknai sebagai ritual ibadah penyembelihan semata. Terdapat sebuah tradisi unik yang secara rutin dilaksanakan, yakni kirap hewan qurban −kambing− sebelum prosesi penyembelihan yang biasanya dilakukan di awal hari Tasyriq.

Fauzan bersama Jamaah Pengajian Surabaya yang lain mempersiapkan kambing kurban yang akan dikirap

Kini, tradisi yang sarat akan nilai spiritual dan keilmuan tersebut yang dulunya dilaksanakan di Lawang, terus dilestarikan oleh jamaah, di wilayah Tandes, Surabaya, di mana prosesi penyembelihan dipusatkan di halaman depan Masjid As-Sattar.

Kirap secara harfiah berarti mengawal, membawa, atau menggiring sesuatu untuk diperlihatkan kepada masyarakat luas. Dalam konteks JPS, kegiatan mengarak hewan qurban menyusuri jalanan sebelum tiba di lokasi penyembelihan memiliki akar landasan yang kuat.

Ini sebagaimana dilansir dari artikel berita di Jawa Timur tahun 1995 bertajuk “Tinjauan Ilmiah Kirap Ternak Qurban: ‘Kualitas Daging pun Meningkat'”, tradisi ini didasari oleh semangat meneladani ajaran Bapak Tauhid, Nabi Ibrahim AS, serta merujuk pada prinsip-prinsip syariat yang mendorong agar hewan qurban diperlakukan dengan baik sebelum dikurbankan.

Baca Juga

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Di balik kemeriahan arak-arakan tersebut, tersimpan motivasi untuk menyiarkan syiar Islam sekaligus menunjukkan kepada masyarakat luas mengenai kesiapan hewan yang akan dikurbankan. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap hewan yang akan menjadi persembahan di jalan Allah SWT.

Tinjauan Ilmiah: Lebih dari Sekadar Arak-arakan

Apa yang dilakukan oleh JPS mendapatkan legitimasi kuat dari sudut pandang teknologi hasil ternak. Ir. Imam Suryo, MS, ahli teknologi hasil ternak dari Astajati, menjelaskan dalam artikel tersebut bahwa proses kirap dapat disejajarkan dengan istilah exercise atau training dalam manajemen pemeliharaan ternak.

Dalam dunia peternakan, latihan gerak periodik memiliki fungsi krusial untuk menjaga stamina tubuh ternak. Secara fisiologis, aktivitas ini menstimulasi sel-sel penyusun struktur jaringan tubuh hewan agar berkembang secara lebih seimbang dan proporsional.

Teknologi penanganan hasil ternak mencatat beberapa keuntungan utama dari program latihan fisik ini bagi hewan sebelum dipotong:

Pertama, Peningkatan Metabolisme: Aktivitas fisik meningkatkan kemampuan tubuh hewan dalam menyimpan glikogen dan memperbaiki proses respirasi sel-sel urat daging.

Kedua, Optimasi Oksigen: Latihan membantu melancarkan aliran darah, memastikan pasokan oksigen dan zat makanan tersalurkan dengan baik ke seluruh jaringan otot, sekaligus mempercepat pembuangan sisa-sisa metabolisme.

Ketiga, Pemulihan Jaringan: Hewan yang kurang aktif cenderung memiliki sistem sirkulasi yang tidak lancar. Perlakuan kirap membantu memulihkan jaringan otot yang kurang aktif tersebut.

Pengaruh Terhadap Kualitas Daging

Salah satu aspek paling krusial dari tradisi kirap yang kini dilaksanakan di jalan umum depan Masjid As-Sattar Tandes ini adalah pengaruhnya terhadap kualitas karkas. Menurut Ir. Imam Suryo, latihan yang terukur—tidak sampai membuat hewan kelelahan—justru berperan penting dalam menjaga keempukan daging.

Dalam proses pasca-sembelih, terjadi proses rigor mortis (kekakuan otot). Keberhasilan proses ini sangat bergantung pada cadangan glikogen dalam jaringan otot. Jika hewan mengalami kelelahan yang berlebihan, persediaan glikogen akan menipis, sehingga proses pengempukan daging secara alami tidak berjalan optimal. Sebaliknya, dengan kirap yang terukur, glikogen tetap tersedia cukup untuk mendukung proses kimiawi yang membuat daging menjadi lebih empuk.

Manfaat lain adalah optimalisasi pengeluaran darah. Hewan yang tidak dalam kondisi stres atau kelelahan saat disembelih akan mengeluarkan darah lebih lancar. Darah yang tertahan di dalam jaringan tubuh merupakan media yang disukai mikroba untuk berkembang biak. Dengan darah yang keluar sempurna, risiko pembusukan daging akibat aktivitas bakteri dapat diminimalisir.

Keunggulan hasil dari tradisi ini dijelaskan melalui proses glikolisis, yakni perombakan glikogen menjadi energi dalam kondisi anaerobik (tanpa oksigen). Proses ini menghasilkan asam laktat yang menurunkan nilai pH daging.

Saat nilai pH mencapai titik ideal (5,2—5,4), terjadi proses relaksasi pada serabut otot yang sebelumnya terkontraksi erat. Pengikatan serabut otot yang terlalu kuat biasanya membuat daging terasa alot. Namun, dengan suasana asam hasil glikolisis yang cukup, ikatan tersebut melonggar, sehingga daging menjadi lebih empuk.

Tradisi Kirap Hewan Qurban di JPS adalah contoh nyata bagaimana kearifan lokal dapat bersinergi dengan ilmu pengetahuan modern. Dengan meneruskan tradisi ini di lingkungan Masjid As-Sattar Tandes, JPS membuktikan bahwa nilai ibadah yang tulus dan manajemen hewan berbasis ilmu pengetahuan −sebagaimana diuraikan dalam sumber berita Tinjauan Ilmiah Kirap Ternak Qurban− dapat menciptakan kualitas qurban yang lebih bermartabat, efektif, dan berkualitas bagi jamaah dan masyarakat sekitar. (MBS)

Redaktur: Mahmud
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hewan qurbanJamaah Pengajian SurabayaKirap
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Tulisan selanjutnya Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Berita
30 Agustus 2026 10:37
Serangan ‘Israel’ Hancurkan Gudang Bantuan, 7 Orang Syahid di Gaza
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Terbaru

  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
  • Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
  • Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
  • Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
  • AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
  • Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
  • Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
  • Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
  • Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
  • Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

30 Agustus 2026 17:04
Berita

Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

30 Agustus 2026 10:13
Berita

Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

29 Agustus 2026 19:05
Berita

Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

29 Agustus 2026 14:04
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?