Dengan manajemen presisi dan semangat berbagi lintas daerah, Masjid Al Aqsha BSD kembali menyembelih 198 hewan qurban senilai Rp 2,4 miliar, ikhtiar menghadirkan kebermanfaatan bagi umat hingga pelosok Nusantara
Hidayatullah.com—Masjid Al Aqsha De Latinos di kawasan BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, kembali mencatatkan diri sebagai salah satu masjid dengan jumlah hewan qurban terbesar di Jakarta dan sekitarnya pada Idul Adha 1447 Hijriah/2026.
Tahun ini, Masjid Al Aqsha menyembelih 198 hewan qurban yang terdiri atas 76 ekor sapi dan 122 kambing/domba dengan nilai mencapai Rp2,4 miliar. Seluruh proses penyembelihan dilakukan pada Kamis (28/05/2026).
Ketua DKM Masjid Al Aqsha, Amiruddin Khair, mengatakan seluruh proses penyembelihan hingga distribusi daging qurban ditargetkan selesai dalam satu hari.
“Semua proses penyembelihan kita selesaikan dalam sehari, termasuk pembagian dan pengantaran. Harus selesai dalam sehari,” ujar Amiruddin.
Selain melayani jamaah di sekitar BSD, tahun ini Masjid Al Aqsha juga memperluas distribusi hewan qurban ke sejumlah daerah di Indonesia melalui LAZ Al Aqsha, mulai dari Aceh hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur LAZ Al Aqsha, Windra Permana, menyebut program tersebut menjadi salah satu terobosan penting tahun ini untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah terdampak bencana dan kekeringan.
“Ini terobosan paling signifikan tahun ini. Kami membuka program qurban melalui LAZ untuk menjangkau jamaah lebih luas. Ini sangat membantu saudara-saudara kita di daerah yang terkena bencana dan kekeringan,” kata Windra.
Ia menambahkan, pada tahun mendatang pihaknya berencana memperluas penyaluran bantuan qurban hingga ke Gaza.
Sekretaris Jenderal DKM Masjid Al Aqsha, Yayan Mulyana, mengatakan jumlah hewan qurban tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada Idul Adha tahun lalu, Masjid Al Aqsha mencatat 152 hewan qurban, sedangkan tahun ini meningkat menjadi 198 ekor.
“Kami berterima kasih kepada para mudhahhi yang telah mempercayakan qurbannya kepada masjid. Kami berupaya menjaga seluruh proses sesuai syariat Islam,” ujarnya.
Besarnya jumlah hewan qurban membuat panitia harus menerapkan manajemen waktu dan koordinasi yang ketat. Panitia melakukan simulasi penyembelihan dan distribusi agar seluruh proses berjalan cepat dan tepat.
“Jangan sampai daging rusak dalam penanganan. Kami berupaya memastikan masyarakat menerima daging dalam kondisi segar dan baik,” kata Amiruddin.
Pada hari penyembelihan, panitia membuka empat jalur pemotongan, terdiri atas dua jalur untuk sapi dan dua jalur untuk kambing/domba. Seluruh hewan qurban disembelih di area masjid dengan melibatkan panitia internal, tim jagal, serta tim pencacah daging.
Distribusi daging dilakukan setelah shalat Zuhur melalui kupon yang sebelumnya dibagikan kepada warga di berbagai klaster sekitar masjid. Menjelang waktu Ashar, panitia mulai membersihkan area penyembelihan agar kawasan masjid kembali bersih dan tertata.*




