Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Juni 2026 18:57 6:57 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Juni 2026 18:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Amerika Serikat hari Kamis (4/6/2026) mengumumkan sanksi baru atas Presiden Kuba, serta sejumlah anggota keluarga Raul Castro.

Termasuk yang dikenai sanksi adalah putra dan seorang cucu lelaki mantan presiden Raul Castro, yang tidak lagi memegang jabatan resmi tetapi masih menjadi tokoh penting dan berpengaruh di negara pulau itu. Presiden Miguel Diaz-Canel, istrinya dan putra tirinya juga dikenai sanksi. Demikian pula Kementerian Angkatan Bersenjata Revolusi dan beberapa entitas lain.

Semntara Kuba sudah dikenai embargo perdagangan oleh Amerika Serikat sejak 1962, Presiden Donald Trump beberapa bulan terakhir secara drastis meningkatkan tekanan terhadap negara kecil itu, memotong suplai bahan bakarnya dan mengancam akan mengambil alih pulau tersebut.

Washington membenarkan semua tindakannya tersebut dengan alasan rezim komunis Kuba mengancam keamanan negara dan rakyat Amerika Serikat.

Trump berulang kali mengatakan bahwa negara itu yang selanjutnya akan jatuh tunduk terhadap Washington, setelah pada bulan Januari tentara Amerika Serikat menculik dan menggulingkan pemimpin sosialis Venzuela Nicolas Maduro, yang sekarang disekap di dalam tahanan di AS, serta bersama sekutunya Israel melancarkan serangan terhadap Iran sejak 28 Februari.

Baca Juga

ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam

“Kami akan menangani Republik Islam Iran, dan segera setelah rampung di san, dalam perjalanan pulang, kami akan mampir sebentar,” kata Trump hari Kamis (4/6), menakut-nakuti Kuba.

Dia membantah bahwa sanksi itu, yang dijatuhkan setelah AS menjerat Raul Castro dengan dakwaan pembunuhan dan memberlakukan sanksi atas sebuah konglomerasi militer yang menguasai sebagian besar perekonomian Kuba, ditujukan untuk mempercepat kejatuhan negara pulau itu.

Tahun lalu Washington sudah membidik Diaz-Canel, melarang dia beserta anggota keluarganya dari memasuki wilayah AS, lansir AFP.

Menulis di platform X, Diaz-Canel menuduh Trump berusaha “memperkuat blokade dan skenario konflik antara Kuba dan Amerika Serikat.”

Dia menambahkan bahwa Kuba akan melawan “agresivitas dan kebejatan pemerintah Yankee” dan “serangan imperialis.” Yankee merupakan sebutan berkonotasi negatif untuk menyebut Amerika Serikat atau orang Amerika.

Menteri Luar Negeri Bruno Rodriguez mengatakan sanksi-sanksi “keji” itu akan ditanggapi dengan “persatuan dan tekad yang lebih besar dari rakyat kami.”

Trump mengatakan kepada para reporter di Gedung Putih bahwa dia hanya ingin Kuba menjadi sebuah negara yang “dijalankan dengan baik yang bisa memberi makan rakyatnya”.”Namun negara itu kelaparan, dan tidak memiliki energi, tidak punya minyak, tidak punya uang, tidak memiliki apa-apa.”

Menurut Trump, yang merupakan seorang pengusaha properti, Kuba merupakan negeri kecil dengan pemandangan yang indah menawan. Anda bisa membuat resor-resor wisata yang indah,” ujarnya.

Embargo bahan bakar yang diberlakukan Amerika Serikat sejak Januari 2026 menjadikan Kuba tidak memiliki solar untuk menghidupkan generator-generator listriknya. Akibatnya, pemadaman listrik bisa terjadi selama 22 jam dalam sehari dan pasokan air kran pun menjadi langka.

Oleh karena transportasi mandek, Kuba juga kekurangan bahan pangan dan obat-obatan, menjadikannya tergantung pada kiriman bantuan dari Meksiko dan China.

Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kuba, hari Kamis, memperingatkan bahwa keadaan darurat kemanusiaan ditambah musim badai topan Karibia yang akan segera datang menjadikan negara itu berisiko semakin terpuruk dalam kesengsaraan.

Saat ini bagian timur pulau itu masih berusaha bangkit dari hantaman badai Melissa, yang mengakibatkan kerusakan besar pada Oktober tahun lalu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Tulisan selanjutnya 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

21 Juli 2026 10:00
Berita

Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

21 Juli 2026 08:51
senjata israel
Berita

Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

21 Juli 2026 06:30
Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

20 Juli 2026 17:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?