Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Juli 2026 14:42 2:42 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Juli 2026 14:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Aparat Pakistan sedang menyelidiki sindikat penyelundup plasenta manusia yang dikumpulkan dari berbagai rumah sakit untuk dijadikan injeksi anti penuaan.

Badan Investigasi Federal (FIA) Pakistan menuduh jaringan tersebut membeli 200 kg organ dari berbagai rumah sakit setiap bulan. Mereka mengeringkan dan memprosesnya sebelum mengirimkannya ke luar negeri, kata FIA kepada BBC Urdu (3/7/2026).

Pekan sebelumnya, dalam penggerebekan di Islamabad petugas menemukan 500 kg apa yang diyakini sebagai plasenta manusia di sebuah fasilitas pengolahan ilegal. Lima orang ditangkap dalam operasi tersebut.

Foto-foto yang dibagikan FIA menunjukkan nampan-nampan berisi plasenta kering tersusun di rak-rak troli di dalam sebuah rumah yang sudah diubah menjadi fasilitas untuk menyimpan dan memproses plasenta.

Kelima tersangka awalnya mengaku memproses plasenta domba, tetapi setelah diinterogasi lebih lanjut, mereka mengatakan bahwa itu adalah plasenta manusia, kata petugas.

Baca Juga

Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran
Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas

Mereka membeli plasenta dari berbagai rumah sakit di Islamabad dan Rawalpindi dengan harga sekitar 800 rupee per plasenta, kata Hina Kanwal, aparat dari Otoritas Transplantasi Organ Manusia Pakistan.

Plasenta yang sudah diproses akan diekspor untuk dijadikan obat injeksi anti penuaan, yang masing-masing akan dipasarkan dengan harga 700000 rupee atau sekitar $2.530, menurut FIA.

Badan investigasi itu meyakini bahwa sindikat tersebut beroperasi juga di luar ibu kota, ke sejumlah kota besar lain seperti Lahore, Peshawar dan Rawalpindi.

Pihak berwenang juga menyelidiki petugas imigrasi, perusahaan pengelolaan limbah, dan rumah sakit yang diduga terlibat.

Di Pakistan, mereka yang ketahuan mengumpulkan organ manusia untuk tujuan komersil bisa dipenjara hingga 10 tahun dan denda sampai 1 juta rupee.

Seorang staf FIA mengatakan kepada BBC Irdu bahwa sebelumnya petugas sudah pernah beberapa kali menangani kasus transplantasi organ ilegal. Namun, ini untuk pertama kalinya aparat menyelidiki kasus berkaitan dengan sindikat kejahatan internasional plasenta manusia.

Secara terpisah, petugas FIA pada hari Rabu (1/7/2026) menggagalkan pengiriman 100 kg jaringan kulit manusia di bandara Islamabad yang akan dikirim ke Vietnam.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
Tulisan selanjutnya Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang

Berita
2 Juli 2026 16:34
Pemkot Bukittinggi Gandeng HDM Persempit Ruang Gerak LGBT dan Berantas Narkoba
Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran
Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin

Terbaru

  • Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
  • Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
  • Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
  • Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
  • Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran
  • Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas
  • Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”
  • BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
  • OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
  • DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”

3 Juli 2026 23:58
Berita

BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan

3 Juli 2026 22:30
Palestina Terkini

OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan

3 Juli 2026 21:08
Berita

DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji

3 Juli 2026 21:03
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?