Hidayatullah.com– Aparat Pakistan sedang menyelidiki sindikat penyelundup plasenta manusia yang dikumpulkan dari berbagai rumah sakit untuk dijadikan injeksi anti penuaan.
Badan Investigasi Federal (FIA) Pakistan menuduh jaringan tersebut membeli 200 kg organ dari berbagai rumah sakit setiap bulan. Mereka mengeringkan dan memprosesnya sebelum mengirimkannya ke luar negeri, kata FIA kepada BBC Urdu (3/7/2026).
Pekan sebelumnya, dalam penggerebekan di Islamabad petugas menemukan 500 kg apa yang diyakini sebagai plasenta manusia di sebuah fasilitas pengolahan ilegal. Lima orang ditangkap dalam operasi tersebut.
Foto-foto yang dibagikan FIA menunjukkan nampan-nampan berisi plasenta kering tersusun di rak-rak troli di dalam sebuah rumah yang sudah diubah menjadi fasilitas untuk menyimpan dan memproses plasenta.
Kelima tersangka awalnya mengaku memproses plasenta domba, tetapi setelah diinterogasi lebih lanjut, mereka mengatakan bahwa itu adalah plasenta manusia, kata petugas.
Mereka membeli plasenta dari berbagai rumah sakit di Islamabad dan Rawalpindi dengan harga sekitar 800 rupee per plasenta, kata Hina Kanwal, aparat dari Otoritas Transplantasi Organ Manusia Pakistan.
Plasenta yang sudah diproses akan diekspor untuk dijadikan obat injeksi anti penuaan, yang masing-masing akan dipasarkan dengan harga 700000 rupee atau sekitar $2.530, menurut FIA.
Badan investigasi itu meyakini bahwa sindikat tersebut beroperasi juga di luar ibu kota, ke sejumlah kota besar lain seperti Lahore, Peshawar dan Rawalpindi.
Pihak berwenang juga menyelidiki petugas imigrasi, perusahaan pengelolaan limbah, dan rumah sakit yang diduga terlibat.
Di Pakistan, mereka yang ketahuan mengumpulkan organ manusia untuk tujuan komersil bisa dipenjara hingga 10 tahun dan denda sampai 1 juta rupee.
Seorang staf FIA mengatakan kepada BBC Irdu bahwa sebelumnya petugas sudah pernah beberapa kali menangani kasus transplantasi organ ilegal. Namun, ini untuk pertama kalinya aparat menyelidiki kasus berkaitan dengan sindikat kejahatan internasional plasenta manusia.
Secara terpisah, petugas FIA pada hari Rabu (1/7/2026) menggagalkan pengiriman 100 kg jaringan kulit manusia di bandara Islamabad yang akan dikirim ke Vietnam.*




