Hidayatullah.com– Euthanasia mencakup hampir 6 persen dari seluruh angka kematian di Belanda pada tahun 2024, naik dari 1,9% kematian di tahun 1999, menurut hasil penelitian terbaru yang digagas Kementerian Kesehatan.
Laporan tersebut disusun oleh Radboudumc, UMC Utrecht, dan UMC Amsterdam.
Pada tahun 2024, sebanyak 9.958 orang meninggal karena euthanasia. Pada tahun 1999, angka tersebut mencapai 2.216.
Kebanyakan orang yang mengakhiri hidupnya dengan bantuan pihak lain tersebut berusia di atas 60 tahun. Pada 2024, hanya 45 orang berusia di bawah 30 tahun yang hidupnya diakhiri lewat prosedur euthanasia, lansir Dutch News hari Jumat (3/7/2026).
Lebih dari setengahnya, yaitu 54%, orang yang menjalani euthanasia pada tahun 2024 menderita kanker stadium akhir. Penelitian tersebut menemukan adanya peningkatan jumlah pasien dengan penyakit kronis dan masalah kesehatan mental.
Para peneliti mengaitkan sebagian peningkatan tersebut dengan populasi yang menua, tetapi juga dengan adanya perubahan norma seputar pilihan pribadi. “Ada penekanan yang lebih kuat pada otonomi dan kualitas hidup (serta kematian),” demikian menurut laporan penelitian itu.
Faktor lain yang ditemukan para peneliti adalah meningkatnya kesadaran tentang euthanasia di kalangan masyarakat Belanda.
Mantan perdana menteri Dries van Agt meninggal dunia pada usia 93 tahun, bersama istrinya, melalui prosedur euthanasia pada tahun 2024, sebuah peristiwa yang mendapat perhatian banyak media.
Awal tahun ini, untuk pertama kalinya sejak amandemen undang-undang euthanasia dua tahun lalu, seorang anak di bawah usia 12 tahun wafat dengan cara euthanasia.*




