Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

Tim-tim teknis dari Turki, Suriah, Yordania, dan Arab Saudi telah memulai pekerjaan lapangan untuk menghidupkan kembali Jalur Kereta Api Hejaz yang bersejarah, yang pertama kali dibangun pada masa pemerintahan Sultan Abdulhamid II untuk menghubungkan Anatolia dengan kota-kota suci

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 21 Juli 2026 09:04 9:04 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 21 Juli 2026 08:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Delegasi teknis dari empat negara telah meluncurkan kerja lapangan bersama untuk menghidupkan kembali Kereta Api Hijaz, jalur kereta bersejarah yang pertama kali dibangun oleh Khalifah Utsmaniyyah Abdulhamid II untuk menghubungkan Anatolia dengan kota-kota suci di Semenanjung Arab.

Daftar isi
  • Jalur Kereta Suriah Rusak Berat
  • Targetnya diselesaikan dalam tiga tahun
  • Berambisi hubungkan Teluk dan Laut Merah
  • Dukungan akademisi dan pakar
  • Tidak ingin ada ‘Israel’
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Tim dari Turki, Suriah, Yordania dan Arab Saudi mulai bekerja di lokasi setelah Menteri Transportasi Turki Abdulkadir Uraloğlu menandatangani serangkaian memorandum dengan rekan-rekannya di Damaskus, Amman dan Riyadh.

Menurut informasi yang diperoleh dari proyek tersebut, bagian jalur Turki, yang menuju ke perbatasan Suriah, sudah digunakan secara aktif dan hanya memerlukan sedikit pekerjaan tambahan sebelum rute tersebut dapat melanjutkan layanan lintas negara.

Jalur Kereta Suriah Rusak Berat

Hambatan terbesar yang tersisa terletak di Suriah. Bentangan sepanjang 110 kilometer antara İslahiye dan Aleppo mengalami kerusakan selama perang saudara di negara tersebut, sedangkan ruas Aleppo-Damaskus digambarkan dapat diperbaiki dalam jangka waktu singkat melalui pekerjaan renovasi.

Investasi baru yang paling signifikan diperlukan antara Suriah dan Yordania, dimana sekitar 400 kilometer jalur baru harus dibangun. Sebaliknya, rute di Saudi dilaporkan sebagian besar sudah siap, sehingga memerlukan sedikit perbiakn sebelum kereta api dapat berangkat dari kerajaan tersebut melalui Yordania dan Suriah ke Turki dan seterusnya ke Eropa.

Baca Juga

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

Targetnya diselesaikan dalam tiga tahun

Delegasi dari keempat negara tersebut terus melakukan negosiasi dan diharapkan dapat menyelesaikan desain teknis dan struktur pembiayaan proyek Kereta Api Hijaz pada akhir tahun ini, dengan target penyelesaian konstruksi dalam waktu tiga tahun setelah kesepakatan akhir.

Angkutan barang telah diidentifikasi sebagai prioritas utama untuk jalur yang dihidupkan kembali ini, diikuti oleh pariwisata dan perjalanan ziarah ke Makkah dan Madinah. Para pejabat mengatakan relevansi proyek ini telah meningkat tajam di tengah gangguan pada rute pelayaran Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandab.

Berambisi hubungkan Teluk dan Laut Merah

Selain jalur kereta Turki-Suriah-Yordania-Arab Saudi, para perencana juga berambisi untuk menghubungkan Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab dan Oman hingga tersambung dengan jalur maritim ke Laut Oman, Mediterania dan Laut Hitam.

Rencana paralel yang sedang dibahas termasuk jalan raya yang membentang di rute yang sama, bersamaan dengan transmisi energi dan infrastruktur komunikasi.

Arab Saudi dilaporkan sedang merencanakan koridor kedua yang menghubungkan kerajaan tersebut ke Irak dan, dari sana, ke proyek Jalan Pembangunan Irak, memposisikan Riyadh sebagai pusat pergerakan barang dari Asia Selatan dan Timur Jauh menuju Eropa melalui Oman dan jalur Hijaz.

Dukungan akademisi dan pakar

Rencana untuk menghidupkan kembali Jalur Kereta Api Hijaz didukung oleh peneliti Suriah, Vael Ulva. Menurutnya rencana itu akan memberi Turki akses yang lebih kuat ke pasar Arab melalui basis industrinya sekaligus memposisikan Suriah, dengan tenaga kerja terampilnya, sebagai tujuan yang menarik bagi investasi Turki.

Sedangkan anggota parlemen Yordania, Bayan Fakhyr, menyebut proyek tersebut sebagai lebih dari sekadar investasi transportasi, menyebutnya sebagai “visi strategis yang mampu membentuk masa depan politik, ekonomi, dan geopolitik dunia Islam.”

Ia menambahkan bahwa jalur kereta api tersebut dapat meningkatkan perdagangan, memudahkan pergerakan orang, memperkuat hubungan antara wilayah pertambangan dan pertanian serta pasar mereka, dan meningkatkan akses ke pusat-pusat pendidikan seperti Damaskus, Baghdad, dan Istanbul bagi siswa dari daerah terpencil.

Tidak ingin ada ‘Israel’

Kebangkitan proyek Jalur Kereta Api Hijaz secara efektif telah mengesampingkan proyek Koridor Ekonomi India-Timur Tengah-Eropa (IMEC).

Surat kabar ‘Israel’, The Jerusalem Post, melaporkan bahwa Arab Saudi sedang mencari rute baru untuk proyek IMEC, yang direncanakan membentang dari India melalui Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, dan ‘Israel’ ke Mediterania Timur.

Berdasarkan sumber yang tidak disebutkan namanya, laporan tersebut menunjukkan bahwa karena serangan ‘Israel’ terhadap Gaza dan hilangnya momentum dalam normalisasi hubungan Israel-Arab Saudi, Riyadh bertujuan untuk mengecualikan ‘Israel’ dari proyek tersebut dan sebagai gantinya melibatkan Suriah.

Menurut sumber tersebut, setelah pengumuman proyek tersebut, para pejabat Saudi secara aktif mempertimbangkan rute alternatif yang akan mengecualikan ‘Israel’ karena perubahan signifikan dalam kondisi regional.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineKekhalifahan UstmaniyyahKereta Api HijazPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Tulisan selanjutnya AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Berita
31 Agustus 2026 20:11
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

5 September 2026 09:34
Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

3 September 2026 19:12
Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

3 September 2026 15:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?