Hidayatullah.com – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. KH Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang dihasilkan dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII dengan menjadikannya sebagai bagian dari program kerja Kementerian Agama.
Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin saat memberikan sambutan pada peringatan Milad ke-51 Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dirangkaikan dengan penutupan KUII VIII di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Ahad (26/7/2026).
Ia meminta seluruh hasil pembahasan yang telah dirumuskan selama tiga hari pelaksanaan kongres segera disampaikan kepada pemerintah, khususnya Kementerian Agama, agar dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan dan program kerja. “Mohon seluruh hasil-hasil kongres yang dipaparkan selama tiga hari itu disampaikan kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama,” ujar Nasaruddin.
Menag memastikan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap berbagai rekomendasi yang lahir dari forum tertinggi umat Islam tersebut. Menurutnya, gagasan yang dirumuskan para ulama, cendekiawan, dan tokoh umat memiliki nilai strategis dalam mendukung pembangunan nasional.
“Insya Allah itu semuanya kami akan jadikan program kerja. Kami yakin di antaranya banyak yang sangat bagus. Inilah kontribusi yang kita perlukan selaku pemerintah,” katanya.
Nasaruddin juga menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antara pemerintah dan MUI sebagai mitra strategis dalam membina kehidupan keagamaan dan menjaga persatuan bangsa. Menurutnya, kolaborasi kedua pihak akan saling memperkuat dalam menjalankan tugas melayani masyarakat. “Majelis Ulama akan meringankan beban pemerintah,” ujarnya.
Di sisi lain, ia menegaskan pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi MUI. “Pemerintah juga akan meringankan beban dan tugas Majelis Ulama Indonesia,” tambahnya.
Menag mengaku sependapat dengan pernyataan Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar yang sebelumnya menekankan pentingnya semangat saling meringankan beban sebagai fondasi persatuan bangsa. “Kalau saling meringankan beban satu sama lain, maka itulah inti yang disampaikan Ketua MUI, bahwa persatuan dan kesatuan merupakan sebuah keniscayaan bagi bangsa yang plural ini,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin turut mengapresiasi penyelenggaraan KUII VIII yang dinilainya berhasil menjadi ruang musyawarah bagi para ulama, cendekiawan, dan tokoh umat Islam untuk merumuskan berbagai rekomendasi strategis bagi kepentingan bangsa.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran MUI, baik di tingkat pusat maupun daerah, atas kontribusi dan sinergi yang selama ini dibangun bersama pemerintah dalam membina kehidupan keagamaan di Indonesia.
“Atas nama pemerintah saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus Majelis Ulama Indonesia dari tingkat pusat sampai daerah,” ujarnya.
Menurut Nasaruddin, kerja sama yang telah terjalin antara pemerintah dan MUI perlu terus diperkuat agar mampu menjawab berbagai tantangan kebangsaan di masa mendatang. “Sinergi seperti ini sangat diperlukan dalam era seperti sekarang ini,” pungkasnya.*




