Hidayatullah.com – Entitas Zionis mengklaim telah mendatangkan lebih dari 20.000 imigran Yahudi dari 100 negara ke ‘Israel’ sejak September tahun lalu. Rusia, Prancis dan Amerika Serikat (AS) menjadi negara penyumbang pemukim ilegal terbanyak.
Angka itu diterbitkan oleh Kementerian Aliyah dan Agensi Yahudi untuk Israel (Jewish Agency for Israel) menjelang peringatan tahun baru kalender Ibrani.
Kementerian Aliyah adalah kementerian khusus Zionis yang bertugas mendatangkan Yahudi dari seluruh dunia untuk menetap dan menjajah tanah Palestina. Ia bekerja sama erat dengan Agensi Yahudi untuk Israel, salah satu lembaga yang berperan penting dalam pendirian entitas Zionis ‘Israel’.
Data tersebut menunjukkan bahwa 5.685 imigran tiba dari Rusia, diikuti oleh 4.364 orang dari Prancis dan 3.333 orang dari Amerika Serikat. Sebanyak 975 orang lainnya datang dari Inggris.
Negara-negara lain juga mengirimkan jumlah imigran Yahudi baru yang signifikan termasuk Ukraina (797 orang), Belarus (491), Kanada (440), Australia (247), Argentina (243), Georgia (241), Afrika Selatan dan Jerman (masing-masing 210 orang), serta Brasil (200).
Menurut Ynet, data ini menggambarkan bahwa terdapat potensi perubahan signifikan dalam asal-usul migrasi Yahudi.
Meski Rusia masih menjadi penyumbang terbanyak imigran Yahudi, menurut media ‘Israel’ tersebut, ada peningkatan jumlah imigran Yahudi dari beberapa negara Barat.
Hari ini, ‘Israel’ akan menggelar Global Aliyah Summit, sebuah siaran langsung internasional khusus yang membahas upaya dan tantangan bagi imigran Yahudi baru di tanah penjajahan Palestina.
Disiarkan dalam bahasa Ibrani, Inggris, Rusia dan Prancis, acara ini akan mempertemukan para pejabat pemerintah, organisasi imigrasi Aliyah, para pakar serta pemukim ilegal Yahudi baru itu sendiri.
Lebih dari sepertiganya adalah kaum dewasa muda
Menurut ‘Israel’, profil usia para pendatang baru merupakan elemen penting lainnya dalam data tersebut.
Sekitar 35% imigran yang tiba sejak September tahun lalu berusia antara 18 hingga 35 tahun; sebuah kelompok yang dipandang oleh para pejabat ‘Israel’ sangat penting bagi pasar tenaga kerja dan perekonomian negara.
Sebanyak 24% lainnya adalah anak-anak dan remaja hingga usia 17 tahun, sementara sekitar 18% berusia antara 36 hingga 50 tahun. Sembilan persen berusia antara 51 hingga 60 tahun, 5% berusia 61 hingga 65 tahun, dan 10% berusia 66 tahun atau lebih.
Di antara para pendatang baru tersebut, terdapat 414 dokter.
Otoritas berwenang ‘Israel’ menyatakan bahwa berbagai upaya telah dilakukan sepanjang tahun untuk membantu para profesional imigran memasuki dunia kerja ‘Israel’ melalui pelatihan profesional, program penempatan kerja, dan penghubungan dengan pihak pemberi kerja.
Jewish Agency juga telah mempromosikan jalur imigrasi khusus yang bertujuan memperkuat penjajahannya di wilayah utara dan selatan ‘Israel’ secara demografis, ekonomi, dan sosial.
Salah satu inisiatifnya adalah mendatangkan kelompok keluarga imigran Yahudi muda ke ‘Israel’ secara bersama-sama, sehingga mereka dapat membangun kehidupan sebagai satu kelompok di dalam komunitas dan wilayah administratif yang sama.*




