Hidayatullah.com– Korea Selatan mencatat suhu panas tertinggi sejak pencatatan mulai dilakukan lebih dari satu abad lalu pada hari Ahad (2/8/2026), sementara pihak berwenang memperingkatkan masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan di luar ruangan di daerah-daerah terdampak.
Kota Yangsan di bagian tenggara mencatat suhu udara 42,5C apda pukul 1:26 siang (0426 GMT), kata Badan Meteorologi Korea di situs webnya seperti dilansir AFP.
Yangsan merupakan episentrum gelombang panas di Korea Selatan belakangan ini di mana temperatur melebihi 40C selama lima hari berturut-turut pada hari Ahad, sementara banyak kota lain termasuk Daegu dan Busan mengalami kenaikan suhu udara melebihi 30 derajat.
Orang berbondong-bondong ke pusat-pusat perbelanjaan atau kafe yang berpendingin udara untuk melepaskan diri dari sengatan panas, lapor jurnalis AFP di negeri ginseng itu.
Ju Dong-yeol, 27, mengungsi menghindari panas di sebuah kedai Starbucks di Seoul bersama kedua orangtuanya. “Terlalu panas untuk melakukan aktivitas apapun di luar,” ujarnya kepada AFP.
Pada hari Ahad (2/8/2026), lebih dari daerah berstatus darurat gelombang panas, sebuah kategori baru yang ditambahkan tahun ini untuk menggambarkan perubahan suhu udara dengan lebih baik.
Dalam peringatan bahaya suhu udara panas, badan meteorologi itu mendesak warga untuk segera menghentikan semua kegiatan di luar ruangan, dan memperingatkan bahwa ruangan tertutup tanpa pendingin udara berbahaya.
“Segera berpindah ke tempat yang sejuk, seperti pusat-pusat pendinginan yang telah ditentukan atau area yang teduh, dan tetap terhidrasi saat beristirahat,” sarannya.
Data KMA data menunjukkan rata-rata jumlah hari gelombang panas di negara itu naik lebih dua kali lipat menjadi 19 pada kurun lima tahun terakhir, dari delapan pada era 1970-an.
Hari gelombang panas didefinisikan sebagai hari dengan suhu udara sedikitnya 33 derajat Celsius.
Kalangan ilmuwan memperingkatkan bahwa kejadian-kejadian dalam cuaca ekstrem seperti gelombang panas akan terjadi lebih sering dan intens akibat perubahan cuaca yang disebabkan oleh tindakan manusia.
Selain cuaca ekstrem, suhu udara panas tahun ini diperparah dengan kembalinya El Nino — sebuah fenomena iklim alami yang menghangatkan suhu permukaan Samudra Pasifik dan biasanya terjadi setiap dua sampai tujuh tahun sekali.*




