Hidayatullah.com – Turki terus meningkatkan upayanya dalam menghadapi perubahan demografis, terutama dengan terus naiknya populasi lanjut usia (lansia). Hal itu dilakukan Turki dengan memperbaiki, meningkatkan sistem jaminan sosial serta memperluas peluang kerja para lansia . Secara global, sekitar 10,4 persen dari populasi dunia—dari total 8,23 miliar jiwa—berusia 65 tahun ke atas.
Melansir Daily Sabah pada Rabu (09/09/2026), pemerintah Turki berencana memperluas basis iuran, meningkatkan efektivitas pungutan iuran serta menyesuaikan sistem dengan bentuk-bentuk pekerjaan baru.
Menurut data tahun 2025 dari Institut Statistik Turki (TurkStat), populasi berusia 65 tahun ke atas telah meningkat sebesar 20,5 persen dalam lima tahun terakhir, mencapai 9,58 juta jiwa. Proporsi penduduk lansia terhadap total populasi juga meningkat menjadi 11,1 persen dari 9,5 persen dari tahun 2020.
Dari jumlah tersebut, 62,9 persennya usia 56-74 tahun, usia 75-84 tahun sebesar 27,9 persen dan kelompok usia 85 tahun ke atas sebesar 7,8 persen. Terdapat lebih dari 8.000 orang berusia 100 tahun ke atas yang tinggal di Turki.
Asuransi Perawatan Jangka Panjang
Asuransi perawatan jangka panjang tersebut menjadi bagian dari Program Jangka Menengah (MTP) periode 2027-2029, di mana kementerian terkait akan mengembangkan infrastruktur yang diperlukan untuk mengimplementasikan sistem tersebut.
Program ini bertujuan untuk memperkuat dukungan perawatan—baik di rumah maupun di fasilitas perawatan—bagi mereka yang tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri akibat usia lanjut atau penyakit kronis.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat meringankan beban perawatan yang kian meningkat bagi keluarga serta mengurangi dampak dari naiknya rasio ketergantungan penduduk lanjut usia.
Pemerintah yang dipimpin Erdogan ini juga berencana memperkuat ekonomi perawatan (care economy) sembari tetap menjaga akses terhadap layanan kesehatan dan meningkatkan keberlanjutan finansial sistem jaminan sosial.
Turki berencana memperkuat model pengelolaan rumah sakit universitas guna meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan finansial.
Agar Masyarakat Bisa Bekerja Lebih Lama
MTP yang baru ini juga mencakup langkah-langkah untuk mendorong masyarakat agar tetap bekerja lebih lama, dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan dan keseimbangan aktuaria.
Pemerintah berencana memperluas cakupan sistem jaminan sosial dan mengikutsertakan kelompok yang saat ini berada di luar sistem melalui langkah-langkah yang menyasar berbagai kelompok pekerjaan dan tingkat pendapatan.
Regulasi akan disesuaikan dengan perubahan kondisi pasar tenaga kerja dan bentuk-bentuk baru pekerjaan fleksibel, sementara upaya pemantauan serta penagihan tunggakan premi akan diperkuat.
Ekonomi Lansia sebagai Peluang Pertumbuhan bagi Turki
Prof. Dr. Mehmet Ali Eryurt dari Universitas Hacettepe menekankan bahwa proses penuaan penduduk di Turki berlangsung lebih cepat dibandingkan banyak negara Eropa, didorong oleh peningkatan layanan kesehatan dan harapan hidup yang lebih panjang.
Dilansir Turkiye Today pada Maret lalu, ia memperingatkan bahwa pertumbuhan populasi lanjut usia akan memberikan tekanan besar terhadap sektor kesehatan, jaminan sosial, dan keuangan publik, terutama mengingat masa pensiun yang lebih panjang dan menyusutnya jumlah angkatan kerja.
Namun, Eryurt juga melihat adanya peluang. Kebijakan kerja yang fleksibel dapat memungkinkan pekerja berpengalaman untuk terus berkontribusi, sementara produk dan layanan “ekonomi lansia” (silver economy) yang dirancang khusus bagi kalangan lanjut usia menawarkan jalan baru bagi pertumbuhan ekonomi.
Inisiatif yang mendorong transfer pengetahuan lintas generasi melalui kegiatan pendampingan dan kesukarelawanan juga dapat memanfaatkan pengalaman serta kearifan warga lanjut usia demi kemaslahatan masyarakat.
Tiongkok, India, dan AS Puncaki Jumlah Lansia Terbanyak
Tiongkok menempati peringkat teratas dunia dengan jumlah penduduk lanjut usia mencapai 211 juta jiwa, diikuti oleh India dengan 108 juta jiwa dan Amerika Serikat dengan 64 juta jiwa.
Secara proporsional, Monako memiliki persentase penduduk lanjut usia tertinggi, di mana 36% dari populasinya berusia 65 tahun ke atas. Negara-negara berikutnya adalah Jepang (30%), Italia (25,1%), Portugal (24,9%), dan Yunani (24,4%). Di sisi lain, Qatar (1,7%), Uni Emirat Arab (1,8%), Zambia (2%), Chad (2,1%), dan Sudan (2,1%) memiliki rasio populasi lanjut usia terendah.*




