Hidayatullah.com – Pada Selasa dini hari, Arab Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara di enam wilayah, termasuk Mekkah dan Jeddah, sebelum kemudian mencabutnya.
Peringatan itu dikeluarkan di tengah meningkatnya konfrontasi militer antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman. Dalam beberapa hari terakhir, kelompok bersenjata yang didukung Iran itu telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap sejumlah kota dan infrastruktur Arab Saudi.
Menurut pihak Pertahanan Sipil Arab Saudi, peringatan tersebut dikeluarkan melalui Platform Peringatan Dini Nasional untuk Keadaan Darurat.
Namun, pihak berwenang tidak merinci jenis bahaya yang mungkin terjadi.
Warga diimbau untuk tetap tenang dan segera berpindah ke tempat aman terdekat—sebaiknya di dalam gedung atau ruangan bagian dalam yang jauh dari jendela—serta tetap berada di sana hingga bahaya berlalu.
Pertahanan Sipil juga menyarankan masyarakat untuk menjauhi area terbuka, jendela, balkon, dan atap bangunan; sementara mereka yang sedang berada di luar ruangan diminta untuk masuk ke gedung terdekat atau berlindung di balik penghalang yang kokoh.
Pengendara yang menerima peringatan diinstruksikan untuk menepi dan menjauhi jembatan serta gedung-gedung tinggi, sementara masyarakat umum diimbau untuk menghindari kerumunan maupun area berbahaya serta mengikuti arahan melalui saluran resmi.
Tanggapan Tegas Saudi
Pemerintah Arab Saudi di hari yang sama berjanji akan memberikan tanggapan “tegas” setelah serangan oleh pemberontak yang didukung Iran melukai 13 orang di kerajaan tersebut; serangan itu melibatkan penggunaan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone).
Kelompok Houthi kembali terlibat pertempuran dengan pasukan pemerintah yang didukung Saudi sejak perang saudara di Yaman berkobar kembali pada bulan Juli, saat kelompok tersebut mengumumkan blokade maritim terhadap Riyadh dan mulai menargetkan kapal-kapalnya di Laut Merah.
Pekan lalu, mereka merebut kendali atas pesisir Laut Merah Yaman dan Selat Bab el-Mandeb—wilayah yang menjadi sangat vital di tengah konflik AS-Iran yang telah menghambat lalu lintas di Selat Hormuz.
Kelompok Houthi juga menargetkan infrastruktur minyak Arab Saudi—eksportir minyak mentah terbesar di dunia—sehingga mendorong harga minyak naik melebihi 100 dolar AS.
Menurut dua sumber militer, serangan Houthi di Yaman bagian barat pada hari Senin menewaskan delapan tentara pemerintah.
Kelompok tersebut juga mengklaim telah melancarkan serangan berskala besar yang baru menggunakan “puluhan rudal balistik dan pesawat nirawak” terhadap Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait, wilayah selatan Arab Saudi.*




