Hidayatullah.com— Pihak berwenang Amerika Serikat sedang menyelidiki apakah helikopter kepresiden Marine One yang ditumpangi Trump terbang terlalu dekat dengan sebuah pesawat sipil di atas Washington pekan ini, sementara Gedung Putih hari Rabu (5/8/2026) bersikukuh presiden mereka tidak berada dalam bahaya.
Menurut laporan New York Times yang mengutip dua orang yang familiar dengan masalah itu, helikopter Marine One berada kurang dari satu mil saja dari sebuah pesawat penumpang saat terbang di atas Washington DC pada hari Selasa (4/8/2026) setelah mengalami komunikasi yang kacau dengan pihak pengontrol lalu lintas udara (ATC).
National Transportation Safety Board (NTSB) mengatakan sedang menyelidiki laporan tentang kejadian loss of separation antara Marine One dan sebuah pesawat komersial yang lepas landas dari DCA (Washington National Airport) yang terjadi pada 4 Agustus.
Kush Desai, seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan kepada AFP “penerbangan-penerbangan Marine One dipiloti oleh para aviator terbaik di dunia, dan dan presiden sama sekali tidak berada dalam bahaya.”
Regulator penerbangan Amerika FAA mengatakan “pihak ATC melakukan kontak baik dengan pilot pesawat komersial maupun pilot Marine One saat terjadi loss of separation.”
“Presiden tidak dalam bahaya. Kami masih terus melakukan review atas insiden itu dan akan melakukan tindakan korektif selayaknya berdasarkan pada temuan kami,” imbuhnya.
Menurut laporan Wall Street Journal, tindakan keselamatan dalam keadaan seperti itu mengharuskan adanya separasi atau jarak antara kedua pesawat sedikitnya 1,5 mil secara horisontal dan 500 kaki secara vertikal.
WSJ melaporkan insiden itu terjadi sekitar pukul 2:30 siang waktu setempat (1830 GMT), melibatkan pesawat American Airlines Embraer E-170 yang dioperasikan oleh anak perusahaannya Envoy Air.
Marine One sedang dalam penerbangan menuju pangkalan udara Andrews Air Force Base, di mana Trump berpindah ke pesawat kepresidenan Air Force One untuk menuju California.
American Airlines dan US Marine Corps yang mengoperasikan Marine One tidak bersedia memberikan komentar perihal insiden itu, lapor AFP.
FAA has meningkatkan aturan keselamatan di sekitar bandara Washington National sejak terjadi tabrakan maut antara sebuah pesawat komersial yang akan mendarat dan sebuah helikopter Black Hawk milik US Army yang menewaskan semua 67 orang yang berada di kedua pesawat itu pada Januari 2025.*




