Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pelajar Pelaku Penembakan di Sekolah Bergengsi Thailand Pendiam dan Kerap Main Game Kekerasan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Agustus 2026 09:46 9:46 am
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Agustus 2026 04:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Pelajar putra berusia 14 tahun pelaku aksi penembakan di sekolah ternama Debsirin School di Nonthaburi, Thailand, hari Jumat (7/8/2026) dikenal sebagai anak pendiam dan diketahui senang memainkan video game kekerasan.

Remaja itu membunuh kakek dan neneknya di rumah tempat tinggal mereka, sebelum berangkat ke Debsirin School tempatnya bersekolah, yang terletak tidak jauh dari ibu kota Bangkok ke arah utara. Di sekolahnya, ia membunuh lima guru sebelum menembak mati dirinya sendiri. Laporan media Thailand menyebutkan bahwa seorang siswa juga meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya.

Kolonel (Pol) Thadsakorn Konthong mengatakan senjata api dan peluru yang digunakan dalam aksi itu milik kakek pelaku. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa senjata itu dicari-cari di dalam kamar kakeknya.

Remaja tersebut diyakini menembak kakeknya yang berusia 73 tahun dan neneknya yang berusia 74 tahun di rumah dua lantai yang mereka tinggali bersama pada hari Jumat 7 Agustus sekitar pukul 5 pagi waktu setempat.

Kakek dan nenek itu masing-masing ditembak satu kali di bagian kepala, kata seorang perwira Kepolisian Thailand. Setelah membunuh kakek dan neneknya, remaja itu berangkat naik bus sekolah dengan membawa senjata api dan puluhan butir peluru, lapor kantor berita Reuters seperti dilansir BBC Sabtu (8/8/2026).

Baca Juga

Seminar Hidayatullah Bahas Isu LGSP dari Perspektif Psikologi, Keluarga dan Hukum
Militer Uganda Beri Penghormatan Abang Benyamin Netanyahu dengan Patung Memorial di Entebbe
MUI Tegaskan Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Kemerdekaan Hukumnya Haram
Jutaan Senjata Api di Tangan Warga Sipil, Thailand akan Perketat Izin Kepemilikan Usai Penembakan di Sekolah
Otoritas Amerika Selidiki Insiden Helikopter Marine One Trump Nyaris Tabrakan dengan Pesawat Sipil

Dia kemudian mengikuti pelajaran pertama di kelas pada pukul 08:30 dan pelajaran kedua pada pukul 09:20.Sekitar setengah jam setelah pelajaran kedua dimulai, dia mengeluarkan senjata api yang dibawanya dan melepaskan tembakan.

Remaja itu diyakini pertama-tama menembak beberapa guru di lantai keenam gedung sekolah, menewaskan tiga di antaranya.

“Dia kemudian berjalan menuruni anak tangga dan berjumpa dengan wakil kepala sekolah dan sekretaris kepala sekolah, yang sedang menuju lantai atas untuk memeriksa keadaan,” kata Mayjen Pol Dejrapee Kongdee kepada Reuters.

“Pelaku menembak dan membunuh keduanya di anak tangga.”

Polisi di kerahkan ke lokasi saat penembakan masih berlangsung. Mereka menemukan pelaku, yang kemudian menembak mati dirinya sendiri, sekitar pukul 10:40,” kata Dejrapee.

Lima orang tewas di lokasi dan sedikitnya 23 orang mengalami luka-luka. Beberapa waktu kemudian, lembaga penyiaran publik Thailand dan Bangkok Post melaporkan bahwa korban keenam meninggal dunia.

Kepala Kepolisian Nasional Thailand Jenderal Kittiratt Phanphet mengatakan kepada awak media bahwa hasil pemeriksaan petugas menunjukkan tembakan-tembakan yang dilepaskan pelaku cukup akurat, beberapa mengenai bagian vital tubuh korban.

Perdana Menteri Thailand mengatakan serangan itu “dipersiapkan dengan baik” dengan “langkah-langkah yang jelas dan tujuan yang jelas”.

Menurut laporan media setempat, polisi sudah menggeledah dan memeriksa gawai-gawai milik pelaku dan menemukan beberapa video berkaitan dengan aksi penembakan di sekolah-sekolah di Amerika Serikat.

Remaja itu dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan berperilaku baik oleh anggota keluarganya.

Pamannya mengatakan kepada media Thailand bahwa keponakannya itu banyak menghabiskan waktunya untuk bermain video game kekerasan di dalam rumah dan jarang pergi ke luar. Dia menambahkan bahwa tidak ada tanda-tanda bahwa anak itu merencanakan serangan tersebut.

Remaja itu tinggal bersama kakek dan neneknya karena orangtuanya sudah bercerai.

Debsirin School, didirikan di Bangkok pada 1885, merupakan salah satu sekolah ternama di Thailand dan memiliki cabang di seluruh penjuru negeri. Sekolah itu banyak meluluskan tokoh-tokoh terkemuka Thailand, mulai dari diplomat dan atlet sampai beberapa perdana menteri.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Otoritas Amerika Selidiki Insiden Helikopter Marine One Trump Nyaris Tabrakan dengan Pesawat Sipil
Tulisan selanjutnya Jutaan Senjata Api di Tangan Warga Sipil, Thailand akan Perketat Izin Kepemilikan Usai Penembakan di Sekolah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Suriah: Tergulingnya Rezim Assad Diperlukan Bagi Timur Tengah

Berita
3 Agustus 2026 15:20
‘Israel’ Siapkan Invasi Besar-Besaran di Tepi Barat, Ancam Perlakukan Seperti Gaza
152 Warga Palestina Syahid pada Juli, Tertinggi Tahun Ini
Gempa M 5,6–5,7 Guncang Mesir, Getaran Terasa hingga Sejumlah Negara Timur Tengah 
Kerusuhan antara Hindu dan Muslim, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Nepal?

Terbaru

  • Seminar Hidayatullah Bahas Isu LGSP dari Perspektif Psikologi, Keluarga dan Hukum
  • Militer Uganda Beri Penghormatan Abang Benyamin Netanyahu dengan Patung Memorial di Entebbe
  • MUI Tegaskan Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Kemerdekaan Hukumnya Haram
  • Jutaan Senjata Api di Tangan Warga Sipil, Thailand akan Perketat Izin Kepemilikan Usai Penembakan di Sekolah
  • Pelajar Pelaku Penembakan di Sekolah Bergengsi Thailand Pendiam dan Kerap Main Game Kekerasan
  • Otoritas Amerika Selidiki Insiden Helikopter Marine One Trump Nyaris Tabrakan dengan Pesawat Sipil
  • Pemerintahan Baru Kolombia Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’
  • Ajak Bersatu Dukung Palestina, Indonesia: ‘Israel’ Selalu Manfaatkan Perpecahan
  • Libanon, Israel Susun Daftar Negara Mana yang Bisa Kirim Pasukan Pantau Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Paus Leo XIV akan Bertemu Penyintas Korban Pencabulan Pendeta di Prancis

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Pemerintahan Baru Kolombia Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’

8 Agustus 2026 16:00
Berita

Ajak Bersatu Dukung Palestina, Indonesia: ‘Israel’ Selalu Manfaatkan Perpecahan

8 Agustus 2026 14:03
Berita

Libanon, Israel Susun Daftar Negara Mana yang Bisa Kirim Pasukan Pantau Perlucutan Senjata Hizbullah

8 Agustus 2026 13:03
Berita

Paus Leo XIV akan Bertemu Penyintas Korban Pencabulan Pendeta di Prancis

8 Agustus 2026 12:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?