Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Inilah Lima Poin Utama Pakta Pertahanan Mekkah antara Turki-Arab Saudi dan Pakistan

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Agustus 2026 18:06 6:06 pm
Ahmad
Dipublikasikan 9 Agustus 2026 18:03
Bagikan
Turki, Arab Saudi, dan Pakistan resmi menandatangani Mecca Joint Defence Agreement dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) trilateral di Istana Al-Safa, Makkah, Jumat (7/8/2026)/SPA
Bagikan

Hidayatullah.com– Turki, Arab Saudi, dan Pakistan resmi menandatangani Mecca Joint Defence Agreement (Pakta Pertahanan Makkah) dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) trilateral di Istana Al-Safa, Makkah, Jumat (7/8/2026).

Perjanjian yang diteken Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif itu menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu negara anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.

Direktorat Komunikasi Kepresidenan Turki, seperti dikutip Anadolu Agency, menyatakan perjanjian tersebut merupakan komitmen bersama untuk memperkuat keamanan kolektif berdasarkan hubungan historis, solidaritas Islam, kepentingan strategis, dan kerja sama pertahanan yang telah lama terjalin.

Substansi perjanjian itu mencakup sedikitnya lima poin utama;

Pertama, membentuk sistem pertahanan kolektif. Inti pakta tersebut adalah klausul yang menyatakan bahwa serangan terhadap salah satu negara anggota akan diperlakukan sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Baca Juga

Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online

Ketiga negara menyebut ketentuan itu dimaksudkan untuk “memperkuat daya tangkal kolektif terhadap setiap tindakan agresi” (strengthen collective deterrence against any act of aggression).

Kedua, memperluas kerja sama pertahanan secara menyeluruh. Selain memperkuat koordinasi keamanan, perjanjian juga mencakup peningkatan interoperabilitas militer, pengembangan industri pertahanan, pertukaran teknologi, pelatihan, hingga penguatan kapasitas pertahanan masing-masing negara.

Seorang pejabat Turki dikutip Anadolu Agency menyebut kerja sama tersebut merupakan hasil diplomasi jangka panjang untuk membangun kerangka keamanan bersama dalam menghadapi meningkatnya ancaman regional dan internasional.

Ketiga, pakta tersebut ditegaskan bersifat defensif dan tidak ditujukan kepada negara mana pun.

Pemerintah Turki menyatakan perjanjian itu bukan blok militer baru maupun inisiatif ofensif. Mereka juga menambahkan bahwa keanggotaan Turki di NATO dan kemitraan regional lainnya “bersifat saling melengkapi, bukan saling menggantikan”, sehingga pakta Makkah tidak mengubah komitmen internasional Ankara.

Penjelasan ini disampaikan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan kepada Reuters.

Ia mengatakan klausul pertahanan bersama dalam perjanjian tersebut memang memiliki kemiripan teknis dengan Pasal 5 NATO, namun pelaksanaannya tidak otomatis berupa pengerahan pasukan.

“Bantuan dapat berupa berbagi intelijen, dukungan logistik, bantuan militer, atau bentuk dukungan lain yang diputuskan melalui konsultasi politik,” kata Fidan.

Dengan demikian, respons terhadap ancaman akan disesuaikan dengan tingkat krisis dan kesepakatan bersama ketiga negara.

Keempat, perjanjian membentuk mekanisme kelembagaan permanen untuk memastikan implementasi kerja sama.

Menurut Reuters, ketiga negara sepakat membentuk Dewan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan sebagai forum pengambilan keputusan strategis, serta Sekretariat Permanen yang akan berkedudukan di Arab Saudi untuk mengoordinasikan pelaksanaan seluruh program kerja sama pertahanan.

Kelima, perjanjian dirancang sebagai instrumen untuk memperkuat stabilitas kawasan melalui kombinasi daya tangkal dan diplomasi, bukan membangun konfrontasi baru.

Associated Press (AP) melaporkan ketiga negara juga membuka peluang bagi negara lain yang memiliki visi serupa untuk bergabung pada masa mendatang.

Pemerintah Turki kembali menegaskan bahwa perjanjian tersebut tetap berlandaskan hak membela diri sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan tidak dimaksudkan sebagai aliansi untuk menghadapi negara tertentu.

Seperti diketahui, Perjanjian Makkah lahir di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Timur Tengah setelah konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, Israel, dan kelompok-kelompok bersenjata di kawasan.

Dengan memadukan kekuatan ekonomi Arab Saudi, industri pertahanan Turki, serta kemampuan militer Pakistan, pakta ini dinilai sejumlah pengamat sebagai salah satu perkembangan paling signifikan dalam pembentukan arsitektur keamanan baru di kawasan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hamas. headlineIndustri Pertahanankerja sama militerMecca Joint Defence AgreementPakta Pertahanan Makkahpertahanan kolektifStabilitas Kawasan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Liga Arab Sambut Pakta Pertahanan Makkah untuk Dunia Islam
Tulisan selanjutnya Sita Kontainer Tujuan ‘Israel’, Malaysia Tegaskan Larangan Berhubungan dengan Zionis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia

Berita
26 September 2026 17:18
KO Lawannya 12 Detik, Petarung UFC Ini Lafalkan Al-Fatihah di Hadapan Ribuan Penonton AS
Lebih dari 160 Atlet Irlandia Serukan Boikot Laga Lawan ‘Israel’
Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
MUI Dorong Percepatan Sertifikasi Halal Program MBG

Terbaru

  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti
  • Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran
  • Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing

27 September 2026 09:31
Berita

Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang

27 September 2026 09:26
Berita

Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

27 September 2026 08:42
Garda Revolusi Pembajakan Pesawat
Berita

Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran

27 September 2026 07:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?