Hidayatullah.com – Istri Perdana Menteri ‘Israel’, Sara Netanyahu dituduh menganiaya asisten rumah tangganya. Tuduhan perlakuan buruk istri Benjamin Netanyahu terhadap pekerja ini menjadi yang kesekian kalinya.
Kali ini dialami oleh ART bernama Yehiel Ohav Ami, 61 tahun, yang telah yang bekerja di kediaman perdana menteri selama setahun terakhir.
Melansir Yedioth Ahronoth pada Ahad (09/08/2026), Ami mengaku dirinya “diteriaki, dihina, dan dipermalukan” selama bekerja di sana. Di lain waktu, Sara Netanyahu bahkan pernah mendoakan agar ia terkena kanker dan cepat mati.
Surat kabar berbahasa Ibrani mengatakan telah memeriksa puluhan kesaksian dan gugatan yang diajukan mantan karyawan di kediaman perdana menteri selama 25 tahun belakangan. Mereka mengungkapkan telah mengalami tindakan penganiayaan mulai dari pelecehan verbal, penghinaan dan beban kerja yang berlebihan.
Sementara pengacara Sara menyangkal tuduhan tersebut. Ia menyebutnya sebagai “upaya pemerasan uang negara dengan mencemarkan nama baik istri perdana menteri.”
Yedioth Ahronot juga mengangkat kembali kasus Meni Naftali, mantan manajer rumah dinas perdana menteri yang menggugat Netanyahu.
Pada Februari 2016, Pengadilan Tenaga Kerja Regional Yerusalem memberikan kompensasi kepada Naftali sebesar 170.000 shekel (Rp1 miliar), dengan alasan bahwa ia telah mengalami kondisi kerja yang tidak adil di kediaman tersebut sebagai akibat dari perilaku Sara Netanyahu terhadap para karyawan.
Putusan tersebut dikeluarkan terhadap negara dan pihak lain dalam gugatan tersebut, bukan terhadap Sara secara pribadi.
Dalam kasus lain, pekerja pemeliharaan Guy Eliyahu menerima kompensasi pada tahun 2016 setelah pengadilan mengabulkan sebagian besar klaimnya bahwa ia telah bekerja di lingkungan yang ditandai dengan rasa takut, teriakan, teguran, dan penghinaan.
Eliyahu mengatakan bahwa ia pernah dipaksa pulang setelah tengah malam hanya untuk menghangatkan semangkuk sup untuk Sara Netanyahu. Pada kesempatan lain, ia mengatakan bahwa ia harus kembali untuk mengucapkan “Selamat malam” kepadanya. Ia juga mengatakan bahwa ia terkadang bekerja hingga 19 jam sehari.*




