Hidayatullah.com–Pasukan keamanan Suriah hari Ahad (30/8/2026) mengatakan bahwa pihaknya telah membunuh seorang komandan tentara era rezim Bashar al-Assad, setelah orang itu melepaskan tembakan ke arah mereka ketika akan ditangkap.
Dalam sebuah pernyataan pihak keamanan Suriah mengatakan Firas Abdul Karim Hammoud ambil bagian dalam aksi-aksi pembangkangan terhadap pemerintahan yang baru yang menewaskan personel keamanan.
Sejak jatuhnya rezim Assad pada Desember 2024, otoritas baru Suriah sudah menangkap puluhan pejabat keamanan dari masa pemerintahan diktator itu, dan persidangan mereka dimulai pada bulan April 2026.
Pihak keamanan mengatakan mereka “menetralisir Firas Abdul Karim Hammoud… menyusul bentrokan bersenjata dan penggerebekan atas tempat persembunyiannya di kota kecil Safita” di Provinsi Tartus di daerah pesisir yang merupakan kampung halaman penganut Syiah Alawiyah – kepercayaan yang dianut klan Bashar al-Assad.
Hammoud melepaskan tembakan ke arah petugas yang hendak menangkapnya, kata pihak keamanan seperti dilansir AFP.Hammoud disebutkan pernah menjabat sebagai seorang komandan pasukan khusus yang disebut “Divisi Ke-25” semasa pemerintahan Assad. Dia menjadi anak buah Jenderal Ghiath Dalla yang memimpin kelompok-kelompok pro-Assad di daerah pesisir itu menyusul penggulingannya.
Dalla, bekas seorang perwira di Brigade Keempat yang sangat ditakuti semasa rezim Assad, tahun lalu mengumumkan lewat media sosial pembentukan “dewan militer untuk pembebasan Suriah.”
Pengumuman itu disampaikan tidak lama sebelum aksi kerusuhan maut yang melibatkan minoritas Syiah Alawiyah meletus di pesisir Suriah pada Maret 2025.
Otoritas baru Suriah menuding kelompok-kelompok bersenjata pendukung Assad sengaja menyulut kerusuhan dengan menyerang personel keamanan.
Sebuah komisi nasional yang dibentuk untuk mencari tahu perihal kasus itu menyebutkan bahwa sedikitnya 1.426 orang, yang kebanyakan bagian dari Syiah Alawiyah, kehilangan nyawanya.*




