Hidayatullah.com – Perdana Menteri (PM) Irak Ali al-Zaidi menolak usulan untuk mempertahankan sebagian pasukan koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS) di Irak, menurut jubir pemerintah Haider al-Aboudi
Dikutip oleh Kantor Berita Irak, Haider mengatakan pada Senin bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk membatasi senjata, mengatur penggunaannya, dan memastikan bahwa keputusan keamanan tetap berada di bawah kendali negara meski tanpa kehadiran pasukan asing.
Ia mengatakan bahwa pembicaraan dengan berbagai faksi bersenjata berjalan dengan lancar dan diharapkan akan rampung sebelum 30 September.
Irak tanpa pasukan koalisi AS
Haider mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan geopolitik yang terjadi di kawasan. Ia menegaskan Irak tidak akan terseret ke dalam konflik yang lebih luas.
“Keputusan negara didasarkan pada kepentingan nasional,” ujarnya.
Pada tanggal 12 Agustus, Al-Zaidi mengumumkan bahwa tanggal 30 September akan menandai berakhirnya misi militer koalisi internasional serta rampungnya penarikan pasukan mereka.
“Tanggal 1 Oktober akan menjadi awal baru bagi kenegaraan Irak,” ucapnya saat bertemu dengan Komandan Komando Pusat AS (US Central Command), Jenderal Brad Cooper, sembari menegaskan bahwa Irak akan bebas dari kehadiran pasukan militer asing.
Kedua belah pihak sepakat bahwa misi militer koalisi akan berakhir, sementara hubungan Irak-AS akan beralih menuju kerja sama ekonomi dan keamanan yang didasarkan pada kedaulatan serta kepentingan bersama.
Sejarah hadirnya koalisi AS
Koalisi yang dipimpin AS dibentuk pada tahun 2014 setelah kelompok teror Daesh (ISIS) menguasai wilayah yang luas di Irak dan negara tetangganya, Suriah.
Irak menyatakan kemenangan atas kelompok tersebut pada Desember 2017, namun pasukan koalisi tetap berada di sana atas permintaan Baghdad untuk menjalankan peran sebagai penasihat dan pelatih.
Rencana penarikan pasukan ini menandai perubahan signifikan dalam hubungan tersebut, di mana Baghdad berupaya memperkuat kemandirian dalam pengambilan keputusan terkait keamanan sembari tetap menjalin kerja sama dengan mitra-mitra internasional.*




