Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2026 20:47 8:47 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 31 Agustus 2026 20:47
Bagikan
Pasukan Amerika Serikat melintasi perbatasan Suriah-Iraq melalui wilayah semi-otonomi Kurdistan Iraq.
Bagikan

Hidayatullah.com – Perdana Menteri (PM) Irak Ali al-Zaidi menolak usulan untuk mempertahankan sebagian pasukan koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS) di Irak, menurut jubir pemerintah Haider al-Aboudi

Daftar isi
  • Irak tanpa pasukan koalisi AS
  • Sejarah hadirnya koalisi AS
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Dikutip oleh Kantor Berita Irak, Haider mengatakan pada Senin bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk membatasi senjata, mengatur penggunaannya, dan memastikan bahwa keputusan keamanan tetap berada di bawah kendali negara meski tanpa kehadiran pasukan asing.

Ia mengatakan bahwa pembicaraan dengan berbagai faksi bersenjata berjalan dengan lancar dan diharapkan akan rampung sebelum 30 September.

Irak tanpa pasukan koalisi AS

Haider mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan geopolitik yang terjadi di kawasan. Ia menegaskan Irak tidak akan terseret ke dalam konflik yang lebih luas.

“Keputusan negara didasarkan pada kepentingan nasional,” ujarnya.

Baca Juga

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Pada tanggal 12 Agustus, Al-Zaidi mengumumkan bahwa tanggal 30 September akan menandai berakhirnya misi militer koalisi internasional serta rampungnya penarikan pasukan mereka.

“Tanggal 1 Oktober akan menjadi awal baru bagi kenegaraan Irak,” ucapnya saat bertemu dengan Komandan Komando Pusat AS (US Central Command), Jenderal Brad Cooper, sembari menegaskan bahwa Irak akan bebas dari kehadiran pasukan militer asing.

Kedua belah pihak sepakat bahwa misi militer koalisi akan berakhir, sementara hubungan Irak-AS akan beralih menuju kerja sama ekonomi dan keamanan yang didasarkan pada kedaulatan serta kepentingan bersama.

Sejarah hadirnya koalisi AS

Koalisi yang dipimpin AS dibentuk pada tahun 2014 setelah kelompok teror Daesh (ISIS) menguasai wilayah yang luas di Irak dan negara tetangganya, Suriah.

Irak menyatakan kemenangan atas kelompok tersebut pada Desember 2017, namun pasukan koalisi tetap berada di sana atas permintaan Baghdad untuk menjalankan peran sebagai penasihat dan pelatih.

Rencana penarikan pasukan ini menandai perubahan signifikan dalam hubungan tersebut, di mana Baghdad berupaya memperkuat kemandirian dalam pengambilan keputusan terkait keamanan sembari tetap menjalin kerja sama dengan mitra-mitra internasional.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IrakISISPasukan Koalisi AS
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Berita
27 Agustus 2026 12:13
Resmi Gabung Angkatan Darat Suriah, YPG Umumkan Pembubaran Diri
Zaitun Rasmin Kembali Pimpin Wahdah Islamiyah, Terpilih untuk Periode 2027–2031
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Terbaru

  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
  • Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
  • Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
  • Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
  • AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
  • Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

31 Agustus 2026 11:10
Berita

Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

31 Agustus 2026 06:11
Berita

AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

31 Agustus 2026 06:08
Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

30 Agustus 2026 17:04
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?