Hidayatullah.com– Uni Eropa menghentikan impor daging dan produk-produk hewan lainnya dari Brazil, sementrara Brussels menunggu jaminan dari negara Amerika Selatan itu untuk bersedia mengikuti ketentuan yang ditetapkan UE berkaitan penggunaan antibiotik pada hewan ternak.
Kebijakan tersebut, yang berlaku efektif mulai hari Kamis depan, mencakup berbagai produk makanan buatan Brazil, termasuk daging sapi, telur, madu dan usus dan lambung hewan yang ditujukan untuk konsumsi manusia.
Komisi Eropa sampai saat ini menilai Brazil belum memberikan jaminan yang memadai bahwa produk ekspornya itu memenuhi standar Uni Eropa yang dibuat untuk mencegah penyalahgunaan antibiotik pada hewan ternak.
“Brazil tidak lagi diperbolehkan untuk mengekspor hewan penghasil makanan dan produk-produk makanan asal hewani untuk konsumsi manusia ke Uni Eropa,” kata seorang juru bicara Komisi Eropa menjelang pengumuman kebijakan itu, lansir RFI Kamis (3/9/2026).
Brussels belum menetapkan batas waktu kapan pintu impor produk Brazil itu akan dibuka kembali, menegaskan bahwa hal tersebut tergantung pada kecepatan pihak berwenang Brazil untuk mematuhi ketentuan Uni Eropa.
Brazil pada bulan Mei dimasukkan ke dalam daftar Uni Eropa berisi nama negara yang dianggap belum memenuhi standar atau aturan UE berkaitan dengan penggunaan antibiotik pada hewan ternak.
Uni Eropa melarang penggunaan obat antimikroba pada hewan yang biasa dipakai untuk mempercepat pertumbuhan (pembesaran) hewan ternak.
Penggunaan berlebihan atau tidak tepat obat tersebut pada hewan ternak dikhawatirkan akan memicu pertumbuhan bakteri penyebab penyakit yang resisten terhadap obat-obatan perawatan kesehatan manusia dan hewan. Sebagaimana diketahui, saat ini merebak bibit penyakit pada manusia di Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat yang tidak lagi mempan diobati dengan antibiotik yang selama ini diketahui ampuh atau dikenal dengan istilah superbug.
Brazil merupakan salah satu pemasok besar bahan makanan ke pasar Uni Eropa. Brazil merupakan negara terbesar kedua pemasok daging sapi untuk Uni Eropa pada 2025, dengan besaran ekspor mencapai 92.00 ton yang bernilai lebih dari €713 juta.*




