Hidayatullah.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat Indonesia untuk mewaspadai propaganda Zionis yang berupaya membangun citra positif ‘Israel’. Hal tersebut disampaikannya menanggapi promosi brand olahraga Adidas yang menggunakan bekas tentara penjajahan ‘Israel’ (IDF) untuk iklannya.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim memperingatkan bahwa agitasi ‘Israel’ telah sampai di ruang publik, budaya, ekonomi, pendidikan dan jejaring masyarakat Indonesia dengan dibukanya Israel-Indonesia Futures Program.
“Saya mengecam keras promosi agitatif Adidas dan program Israel-Indonesia Future Program (IIFP),” ujar Sudarnoto melalui pernyataan yang diterima Hidayatullah.com.
Di tengah upaya Zionis untuk mengikis persepsi kritis masyarakat dunia terhadap ‘Israel’, ia mengajak masyarakat untuk tetap peka.
“Ini adalah pertarungan narasi dan public diplomacy. Israel berusaha menampilkan dirinya sebagai negara yang modern, simpatik dan normal, sementara penderitaan rakyat Palestina berisiko dikesampingkan dari perhatian publik,” kata Sudarnoto.
Ia lantas menyerukan agar masyarakat Indonesia untuk menggalakkan gerakan BDS (Boikot, Divestasi dan Sanksi) secara damai dan berbasis informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Boikot harus menjadi gerakan kesadaran publik, bukan sekadar pilihan konsumsi: memperkuat tekanan ekonomi, mendorong divestasi institusi dan meningkatkan tekanan politik terhadap pihak-pihak yang secara nyata menopang ketidakadilan terhadap rakyat Palestina. Karena itu, mari kita boikot Adidas, IIFP, dan semua langkah zionis,” imbuhnya.
“Jangan tertipu propaganda.Jangan biarkan pencitraan menggantikan kebenaran.Jangan biarkan normalisasi mengalahkan keadilan.Perkuat solidaritas, diplomasi kemanusiaan dan gerakan BDS di Asia Pasifik,” tutup Sudarnoto.*




