Hidayatullah.com – Media ‘Israel’ mengabarkan bahwa entitas Zionis mulai memasok informasi intelijen tentang kelompok Houthi Yaman kepada Arab Saudi melalui AS.
Lembaga penyiaran publik ‘Israel’, Kan, pada Selasa mengutip seorang diplomat yang mengklaim mengetahui adanya kerja sama keamanan tidak langsung yang jarang terjadi tersebut.
Menurut Kan, Washington kemudian menghubungi para pejabat ‘Israel’, yang setuju untuk memberikan intelijen mengenai Houthi dengan alasan bahwa kelompok tersebut menimbulkan ancaman keamanan regional yang lebih luas.
Dugaan kerja sama ini terjalin meskipun tidak ada hubungan diplomatik resmi antara Israel dan Arab Saudi.
Perwakilan Komando Pusat AS (CENTCOM) juga turut serta dalam diskusi keamanan yang diadakan di sela-sela pertemuan di Kairo antara Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi, menurut Kan.
Dalam pembicaraan itu, para pejabat AS dilaporkan mengusulkan pembentukan struktur komando regional dan mekanisme koordinasi yang bertujuan memperkuat respons bersama terhadap operasi Houthi.
Menurut laporan Kan, kerja sama intelijen ini terutama bertujuan untuk membantu melindungi kebebasan navigasi melalui Selat Bab el-Mandeb, jalur air strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Kelompok Houthi telah melancarkan serangan terhadap penjajah ‘Israel’ serta kapal-kapal di dalam dan sekitar Laut Merah sejak pecahnya perang genosida Zionis di Gaza pada Oktober 2023.
Baik otoritas Arab Saudi maupun ‘Israel’ belum secara terbuka mengonfirmasi kesepakatan pertukaran intelijen yang dilaporkan tersebut.*




