Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tujuh Kelompok Pemberontak Ethiopia Membentuk Aliansi Baru

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 September 2026 20:42 8:42 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 September 2026 20:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Tujuh kelompok pemberontak yang melakukan perlawanan bersenjata di berbagai daerah di Ethiopia dikabarkan membentuk aliansi baru guna menggulingkan pemerintahan pimpinan Perdana Menteri Abiy Ahmed.

Ketujuh kelompok itu menuduh pemerintahan PM Abiy Ahmed melakukan perang, genosida, kerusakan massal, serta membuat rakyat terjerumus ke dalam kemiskinan parah. Mereka mengklaim Ethiopia terancam disintegrasi.

Ethiopia merupakan negara federal yang terbentuk berdasarkan wilayah etnis, dengan lebih dari 80 kelompok etnis. Selama bertahun-tahun Ethiopia mengalami masalah pemberontakan bersenjata di wilayah Oromia dan Amhara, dua negara bagian yang paling banyak penduduknya.

Konflik bersenjata juga terjadi di Tigray di bagian utara Ethiopia, di mana perang sipil yang berlangsung selama dua tahun mengakibatkan ratusan ribu orang tewas dan jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal. Kesepakatan yang dimotori Uni Afrika mengakhiri perang itu pada 2022, tetapi kekhawatiran konflik akan pecah kembali selalu membayangi karena kedua pihak saling menuding melanggar kesepakatan tersebut.

Aliansi baru itu mengumpulkan milisi Fano di Amhara, Oromo Liberation Army (OLA), Tigray People’s Liberation Front (TPLF) serta empat kelompok militan lain yang lebih kecil yang berbasis di negara bagian Somali, Afar dan Benishangul-Gumuz, dalam satu koalisi bernama Alliance for Survival.

Baca Juga

Pria Iraq ditangkap usai mendoakan kehancuran Israel dan kemenangan Palestina di Kabah saat umrah
Demi Umrah, Pemuda Turki Rela Nebeng 40 Kendaraan Melintasi 3 Negara
Sudah 90 Hari Azan Tak Berkumandang di Masjid Ibrahimi Palestina
Haiti Ekstradisi 18 Tersangka Pembunuhan Presiden Jovenel Moise ke Amerika Serikat
Tak Ingin Pelajar Lokal Merasa Minoritas, Italia akan Batasi Siswa Asing dan Larang Hijab
Asap Tebal Muncul Dekat Bandara, Houthi Klaim Lancarkan Serangan ke Riyadh

Beberapa kelompok pemberontak yang tergabung dalam aliansi itu sebelumnya bertempur satu sama lain, tetapi sekarang mereka akan bekerja sama menghadapi musuh yang sama.

Kelompok Fano yang berbasis di Amhara berperang bersama pasukan pemerintah federal melawan TPLF semasa perang Tigray. Namun setelah perang itu berakhir kurang dari satu tahun, Fano memberontak setelah menolak perintah untuk melucuti senjata mereka.

Pemerintah federal memerangi OLA sejak 2018.

Abdikadir Addaani Hirmooge, jubir Ogaden National Liberation Front (ONLF) yang juga menjadi bagian dari aliansi itu, mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah tidak menghormati kesepakatan yang ditandatangani tahun 2018 untuk mengakhiri konflik di daerah Somali.

Addaani menuduh Partai Kesejahteraan pimpinan Abiy menjadi hambatan bagi rakyat dan menyebabkan perang serta banyak kematian.

Addaani mengatakan kelompok-kelompok dalam aliansi baru itu bekerja sama untuk menyatukan komunitas-komunitas etnis yang selama ini saling bermusuhan.”Tujuan kami adalah mewujudkan masyarakat yang memiliki demokrasi dan dapat menentukan nasib mereka sendiri, memerintah diri mereka sendiri,” imbuhnya, seperti dilansir BBC Senin (21/9/2026).

Pengumuman pembentukan koalisi Alliance for Survival muncul beberapa bulan setelah ada laporan tentang aliansi antara TPLF dan pemerintah negara tetangga Eritrea.

Abiy menanggapi pembentukan koalisi itu dengan mengatakan bahwa dirinya percaya dengan kemampuan Ethiopia untuk mempertahankan diri.

“Bahkan bila kelompok lainnya ikut bergabung, kami tidak khawatir dengan kedaulatan negara Ethiopia,” kata Abiy di hadapan wakil-wakil rakyat di parlemen pada bulan Juli.

Ethiopia menggelar pemilihan umum pada bulan Juni, dengan Partai Kesejahteraan memenangkan mayoritas kursi di parlemen, meskipun pemilu itu dibayang-bayangi konflik, tuduhan penindasan dan minimnya partisipasi dari partai-partai oposisi.

Wilayah Tigray dan enam juta penduduknya sama sekali tidak diikutsertakan dalam pemilu tersebut.Fano dan OLA menolak pemilu itu beserta hasilnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pria Iraq ditangkap usai mendoakan kehancuran Israel dan kemenangan Palestina di Kabah saat umrah Demi Umrah, Pemuda Turki Rela Nebeng 40 Kendaraan Melintasi 3 Negara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Polisi Diserang Bom Mobil Saat Shalat Jumat di Khyber Pakhtunkhwa

Berita
20 September 2026 16:15
Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah
Irlandia Boikot Eurovision untuk Kedua Kalinya, Soroti Situasi Kemanusiaan Gaza
Mantan Bos Tabung Haji Malaysia Terdakwa Korupsi, Keluarganya Diminta Serahkan Daftar Aset
‘Israel’ Dikabarkan Bagikan Intelijen Terkait Houthi ke Arab Saudi

Terbaru

  • Tujuh Kelompok Pemberontak Ethiopia Membentuk Aliansi Baru
  • Demi Umrah, Pemuda Turki Rela Nebeng 40 Kendaraan Melintasi 3 Negara
  • Sudah 90 Hari Azan Tak Berkumandang di Masjid Ibrahimi Palestina
  • Haiti Ekstradisi 18 Tersangka Pembunuhan Presiden Jovenel Moise ke Amerika Serikat
  • Tak Ingin Pelajar Lokal Merasa Minoritas, Italia akan Batasi Siswa Asing dan Larang Hijab
  • Asap Tebal Muncul Dekat Bandara, Houthi Klaim Lancarkan Serangan ke Riyadh
  • Tiga Tahun Perang, Penjajah ‘Israel’ Mulai Kehabisan Tentara dan Peralatan
  • Di Jepang Sekarang Ada 100.000 Orang Berusia 100 Tahun atau Lebih
  • Dapat Izin dari Indonesia, Malaysia akan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan
  • Masjid Polisi Diserang Bom Mobil Saat Shalat Jumat di Khyber Pakhtunkhwa

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Tiga Tahun Perang, Penjajah ‘Israel’ Mulai Kehabisan Tentara dan Peralatan

21 September 2026 13:25
Berita

Di Jepang Sekarang Ada 100.000 Orang Berusia 100 Tahun atau Lebih

20 September 2026 17:06
Berita

Dapat Izin dari Indonesia, Malaysia akan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

20 September 2026 16:45
Berita

Pengadilan Bangladesh Jatuhkan Hukuman Mati Atas Tujuh Pejabat Senior Era PM Hasina

20 September 2026 14:58
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?