Hidayatullah.com – Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa negaranya tidak akan lagi memberi bantuan militer kepada ‘Israel’ mulai tahun depan. Ia mengklaim telah memberi tahu ‘Israel’ dan Netanyahu menyepakatinya.
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyatakan bahwa ‘Israel’ tidak lagi membutuhkan bantuan tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah politisi dari Partai Demokrat dan kelompok sayap kiri telah menggunakan isu pendanaan AS untuk Israel ini sebagai bahan kritik terhadap Partai Republik.
“Mengenai pembayaran kepada Israel, saya dan Bibi Netanyahu telah membuat kesepakatan—kami memberikan 4 miliar dolar AS per tahun kepada Israel—dan beberapa bulan lalu kami sepakat untuk menghentikannya,” ujar Trump kepada Fox News pada Selasa (03/11/2026).
“Kami telah sepakat bahwa mulai akhir tahun ini, kami tidak akan lagi memberikan pembayaran kepada Israel. Tentu saja, kami akan tetap membantu Israel jika mereka membutuhkannya,” imbuh Trump.
Bantuan untuk ‘Israel’
Entitas Zionis ‘Israel’ merupakan penerima bantuan terbesar luar negeri AS sejak Perang Dunia II.
Hingga kini, Amerika telah memberikan hampir 175 miliar dolar AS kepada ‘Israel’ dalam bentuk pertahanan maupun bantuan lain.
Berdasarkan MoU yang ditandatangani pada masa pemerintahan Obama, AS mengirimkan bantuan militer sebesar 3,8 miliar dolar kepada Israel setiap tahunnya mulai tahun 2019 hingga 2028.
Dari total bantuan tahunan tersebut, 3,3 miliar dolar dialokasikan untuk pembiayaan militer luar negeri, sementara 500 juta dolar sisanya ditujukan untuk pertahanan rudal.
Selain bantuan tahunan ruton tersebut, AS juga mengirimkan setidaknya 21,7 miliar dolar dalam bentuk bantuan militer langsung kepada ‘Israel’ sejak memulai genosida Gaza pada 7 Oktober 2023.
Angka tersebut, yang dihimpun oleh proyek Costs of War dari Brown University, mencakup periode dua tahun dari Oktober 2023 hingga September 2025. Jumlah ini mencakup pembiayaan militer luar negeri, pendanaan pertahanan rudal, pengisian kembali amunisi, serta transfer darurat yang dilakukan di bawah pemerintahan Biden maupun Trump.
Pelanggaran gencatan senjata yang terus berlangsung telah membunuh 1.580 warga Palestina dan melukai 5.711 orang sejak 10 Oktober 2025.
Menurut data dari kementerian terkait, genosida yang dilakukan ‘Israel’ di Gaza sejak Oktober 2023 telah membunuh lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 orang.
Genosida oleh Zionis juga telah menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza.*




