Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Roti Semakin Langka dan Mahal Makin Banyak Orang Sudan Kurang Makan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 November 2026 16:11 4:11 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 November 2026 16:11
Bagikan
Beginilah kondisi kelaparan di Sudan Selatan
Bagikan

Hidayatullah.com– Peperangan tanpa henti selama hampir tiga setengah tahun, lonjakan harga-harga barang dan anjloknya nikai mata uang telah mengakibatkan banyak warga Sudan seperti Sawsan Mahmoud kesulitan untuk memenuhi kebutuhan paling mendasar – pangan berupa roti.

Kebanyakan toko roti di ibu kota Khartoum tutup disebabkan meroketnya harga gandum dan kelangkaan bahan bakar minyak.

Mahmoud, 44, mengatakan dia dan suaminya sekarang harus patungan untuk membeli roti saja.

“Situasinya sungguh tak tertahankan,” ujar ibu tiga anak itu seperti dilansir AFP Kamis (5/11/2026). “Kami mengurangi jumlah roti yang kami makan dan sekarang kami makan hanya sekali sehari.”

“Kami harus menyisihkan 900.000 pound ($88) sebulan untuk membeli roti saja. Jumlah itu hampir sama banyaknya dengan gaji saya dan suami bila digabungkan.”

Baca Juga

Pengadilan Turki Cabut “Ma’alim fi ath-Tariq” Sayyid Qutb dari Daftar Buku Terlarang
Trump Umumkan akan Setop Bantuan Militer ke ‘Israel’
Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah
Garda Revolusi Iran Klaim Lumpuhkan Dua Drone AS di Selat Hormuz
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo terkait Penggeledahan Pesantren Hamalatul Qur’an

Di salah satu dari segelintir toko roti yang masih beroperasi di ibu kota, Abir Mohammed mengeluh bahwa “dulu kami biasa makan roti setiap hari; sekarang kami tidak bisa melakukannya”.

Sudan mengimpor sebagian besar kebutuhan gandumnya, sehingga harga gandum rentan terhadap penurunan nilai mata uang lokal.

Harga sepotong roti di Khartoum berlipat ganda dari 250 menjadi 500 pound Sudan selama sepekan terakhir.

Selama bulan lalu, pound Sudan kehilangan sekitar 25 persen nilainya terhadap dolar, mencapai titik terendah sepanjang masa di angka lebih dari 10.500 pound per dolar sebelum sedikit pulih menjadi sekitar 10.200 pada hari Rabu (4/11). Pada tahun 2023, ketika perang pecah antara paramiliter Rapid Support Forces (RSF) dan tentara pemerintah, nilai tukar satu dolar setara dengan 500 pound Sudan.

Tidak ada tepung

Di dalam toko roti Mohammed al-Fateh di Khartoum, para pekerja mencampur tepung, air, dan ragi menjadi adonan kental, yang kemudian mereka bagi menjadi cakram-cakram bundar dan memasukkannya ke dalam oven menggunakan dayung kayu panjang. Dalam hitungan menit, adonan berubah menjadi roti pipih tradisional yang merupakan bagian penting dari makanan pokok orang Sudan.

“Banyak toko roti yang tutup karena tidak ada tepung di pasaran,” kata Fateh. “Anda bisa menghabiskan satu atau dua hari penuh antre di pusat distribusi, tapi tetap saja pulang dengan tangan kosong.”

Di daerah Al-Azhari di bagian selatan Khartoum, Mutawakil Ahmed Babiker berjuang untuk mempertahankan toko rotinya agar tetap beroperasi setelah harga tepung naik dua kali lipat.

Dia juga menyinggung masalah lain, “pemadaman listrik yang memaksa kami membeli bahan bakar untuk generator”.

“Kemungkinan besar saya terpaksa menutup toko roti ini,” ujarnya.

“Kami menjual sepotong roti seharga 500 pound, yang lebih murah daripada biaya produksinya, tetapi saya tidak bisa menaikkan harga karena kondisi masyarakat.”

Di penjuru ibu kota, warga Sudan mengantre di luar dapur umum, menunggu makanan gratis. Banyak dari dapur umum telah berhenti beroperasi ketika tentara merebut kembali kendali ibu kota dan mengusir RSF pada Maret 2025.

Di luar Khartoum, sebagian besar pasokan gandum tiba dalam bentuk bantuan, tetapi kekurangan bahan bakar dan kenaikan harga yang terus-menerus, serta penutupan jalan akibat pertempuran, menghambat pengiriman.

Ombada Emergency Room di Omdurman, yang mengkoordinasikan dapur umum di daerah tersebut, telah memperingatkan bahwa “lingkaran kebutuhan semakin meluas hingga mencakup ribuan keluarga dan pengungsi”.

“Kelangkaan pasokan makanan dan harga yang melambung tinggi, membuat akses untuk makan satu kali sehari pun menjadi sebuah mimpi,” kata pengelola dapur umum itu.

Di sebuah pasar di Omdurman, di mana perniagaan sedang lesu, Al-Muradi Awad mengeluhkan kondisi hidup yang buruk saat dia berbelanja kebutuhan sehari-hari.”Nilai gizi setiap makanan telah menurun,” kata Awad.

“Harga satu kilogram daging berkisar antara 50.000 hingga 70.000 pound. Jika sebelumnya Anda mampu membeli dua kilogram daging, hari ini Anda hanya bisa membeli 125 gram.

“Tingkat kemiskinan di Sudan melonjak hingga 80 persen, menurut data dari biro statistik pusat, sementara inflasi tercatat mencapai angka yang mencengangkan yaitu 99 persen tahun lalu.

Menurut laporan yang didukung PBB, lebih dari 200.000 orang di negara bagian Kordofan Selatan dan Darfur Utara mengalami kelaparan, dan laporan tersebut juga memperingatkan bahwa kelaparan dapat menyebar ke delapan kota lain pada tahun 2027.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengadilan Turki Cabut “Ma’alim fi ath-Tariq” Sayyid Qutb dari Daftar Buku Terlarang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Lancarkan Serangan ke Pulau Qeshm Iran, AS: ‘Tindakan Defensif’

Berita
3 November 2026 11:47
Pekerja Pelabuhan di 20 Negara akan Gelar Mogok Kerja Serentak untuk Palestina
Garda Revolusi Iran Klaim Lumpuhkan Dua Drone AS di Selat Hormuz
Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, UBN: Jangan Beri Panggung Pendukung Genosida
Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’

Terbaru

  • Roti Semakin Langka dan Mahal Makin Banyak Orang Sudan Kurang Makan
  • Pengadilan Turki Cabut “Ma’alim fi ath-Tariq” Sayyid Qutb dari Daftar Buku Terlarang
  • Trump Umumkan akan Setop Bantuan Militer ke ‘Israel’
  • Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah
  • Garda Revolusi Iran Klaim Lumpuhkan Dua Drone AS di Selat Hormuz
  • MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo terkait Penggeledahan Pesantren Hamalatul Qur’an
  • MUI: Petugas Ibadah Haji Harus Muslim, Nonmuslim Bisa Bantu Teknis
  • Bekas Jubir Militer ‘Israel’ Akui Memanipulasi Kebenaran Genosida Gaza
  • Lancarkan Serangan ke Pulau Qeshm Iran, AS: ‘Tindakan Defensif’
  • Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

MUI: Petugas Ibadah Haji Harus Muslim, Nonmuslim Bisa Bantu Teknis

3 November 2026 15:36
Berita

Bekas Jubir Militer ‘Israel’ Akui Memanipulasi Kebenaran Genosida Gaza

3 November 2026 12:20
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko (tengah) memberikan keterangan pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (2/11/2026). ANTARA/HO-Divisi Humas Polri/aa.
Berita

Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an

3 November 2026 11:01
Berita

Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Pesantren Himalatul Qur’an

2 November 2026 18:51
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?