Hidayatullah.com – Dr. Abdul El-Sayed dari Partai Demokrat mencetak sejarah dalam perpolitikan Amerika Serikat dengan menjadi Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Senat AS. Ia mengalahkan calon lainnya dari Partai Republik, Mike Rogers, dalam pemilu di Michigan pada Selasa.
El-Sayed menyatakan dinyatakan menang saat 80 persen suara telah dihitung, dengan perolehan suara 51,8 persen. Ia unggul cukup jauh dibandingkan lawannya Mike Rogers yang meraih 46,2 persen.
Associated Press menetapkan El-Sayed sebagai pemenang pada pukul 02.27 EST (07.27 GMT).
“Saya sangat bangga dan merasa terhormat bisa berdiri di sini sebagai senator terpilih Anda,” ujar El-Sayed dalam pidato kemenangannya, lansir Quds News Network pada Rabu (04/11/2026). Ia juga mengungkapkan kemenangan ini terjadi meskipun ada serangan Islamofobia yang ditujukan kepadanya oleh Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance selama masa kampanye.
El-Sayed, putra dari imigran asal Mesir, berhasil memenangkan nominasi dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat yang berlangsung ketat. Selama kampanye ia terus menyerukan untuk mengakhiri bantuan militer AS kepada ‘Israel’, dan berhasil mengungguli anggota DPR Haley Stevens dengan selisih tipis—meskipun AIPAC dan sekutu pro-Israel lainnya telah menggelontorkan dana lebih dari 30 juta dolar untuk mendukung Stevens.
El-Sayed menjadikan AIPAC sebagai sasaran utama dalam kampanye pemilihan pendahuluan (primary)-nya. Ia menyatakan bahwa pengeluaran dana oleh kelompok pro-Israel tersebut bertujuan untuk mengamankan satu suara lagi di Senat guna mendukung bantuan militer tanpa syarat bagi Israel.
Ia mengatakan kepada para pemilih di Michigan bahwa ia ingin uang pajak mereka digunakan untuk sekolah dan jalan raya di dalam negeri.
“Mereka ingin menjadikan saya sebagai contoh (peringatan bagi yang lain), namun justru kamilah yang menjadikan mereka sebagai contoh,” ujarnya setelah mengalahkan Stevens.
“Kepada AIPAC, yang telah menghabiskan 42 juta dolar untuk melawan kami: terima kasih telah memberi saya kesempatan untuk mengalahkan kalian dua kali,” ucapnya.
“Mereka mencoba melabeli Anda sebagai orang yang penuh kebencian jika Anda meyakini bahwa anak-anak Palestina berhak tumbuh besar di tanah leluhur mereka tanpa harus dibunuh menggunakan uang pajak kita,” ujarnya. “Jika Anda meyakini kesetaraan hak demi perdamaian, martabat, dan penentuan nasib sendiri, itu bukanlah kebencian, melainkan kasih sayang,” katanya.
“Kami ingin pajak kami dibelanjakan di sini… kami tidak ingin uang kami dikirim untuk mendukung apartheid atau perang yang bersifat genosida,” tegasnya.
Siapa Abdul El Sayed
Pria berusia 42 tahun ini memiliki nama lengkap Abdulrahman Mohammed El-Sayed. Ia menikah dengan seorang dokter keturunan India-Amerika dan dikaruniai dua orang putri.
Saat lulus dari University of Michigan dan menyampaikan pidato kelulusan pada tahun 2007, pembicara utama dalam acara tersebut, mantan Presiden Bill Clinton, memuji kemampuan berpidatonya di atas podium.
Pria asli Michigan ini kemudian meraih gelar kedokteran dari Columbia University dan memimpin departemen kesehatan masyarakat di Detroit serta Wayne County, sebelum memulai upaya yang dianggap sebagai langkah berat untuk mencalonkan diri ke Senat AS pada tahun 2025.
Namun, ini bukan pengalaman pertamanya. Pada tahun 2018, El-Sayed sempat mencalonkan diri sebagai gubernur Michigan meski tidak berhasil; namun, ia berhasil memenangkan hati banyak masyarakat dengan mengusung program Medicare For All, sebuah program asuransi kesehatan nasional di Amerika Serikat.
El-Sayed berulang kali menyatakan bahwa ia tidak pernah bertemu dengan pelobi perusahaan, dan dalam kedua kampanyenya, ia hanya menggalang dana dari donatur perorangan, bukan dari korporasi.
Trump berulang kali menyebut El-Sayed sebagai “seorang pecundang komunis yang membenci orang Yahudi dan Israel”, seraya bersikeras bahwa ia hanya akan memanggilnya dengan sebutan “Mohammed”, dengan alasan bahwa itulah nama yang digunakan oleh sebagian besar umat Muslim, ujar Trump.*




