Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Abdul El-Sayed, Muslim Pertama yang Jadi Senat Amerika Serikat

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 5 November 2026 17:54 5:54 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 5 November 2026 17:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Dr. Abdul El-Sayed dari Partai Demokrat mencetak sejarah dalam perpolitikan Amerika Serikat dengan menjadi Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Senat AS. Ia mengalahkan calon lainnya dari Partai Republik, Mike Rogers, dalam pemilu di Michigan pada Selasa.

Daftar isi
  • Siapa Abdul El Sayed
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

El-Sayed menyatakan dinyatakan menang saat 80 persen suara telah dihitung, dengan perolehan suara 51,8 persen. Ia unggul cukup jauh dibandingkan lawannya Mike Rogers yang meraih 46,2 persen.

Associated Press menetapkan El-Sayed sebagai pemenang pada pukul 02.27 EST (07.27 GMT).

“Saya sangat bangga dan merasa terhormat bisa berdiri di sini sebagai senator terpilih Anda,” ujar El-Sayed dalam pidato kemenangannya, lansir Quds News Network pada Rabu (04/11/2026). Ia juga mengungkapkan kemenangan ini terjadi meskipun ada serangan Islamofobia yang ditujukan kepadanya oleh Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance selama masa kampanye.

El-Sayed, putra dari imigran asal Mesir, berhasil memenangkan nominasi dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat yang berlangsung ketat. Selama kampanye ia terus menyerukan untuk mengakhiri bantuan militer AS kepada ‘Israel’, dan berhasil mengungguli anggota DPR Haley Stevens dengan selisih tipis—meskipun AIPAC dan sekutu pro-Israel lainnya telah menggelontorkan dana lebih dari 30 juta dolar untuk mendukung Stevens.

Baca Juga

Hakim Prancis Buka Penyelidikan Dugaan Kejahatan Perang Israel di Libanon
Di Singapura Memulung Botol Bekas dari Tempat Sampah Bisa Kena Denda
Roti Semakin Langka dan Mahal Banyak Orang Sudan Kurang Makan
Pengadilan Turki Cabut “Ma’alim fi ath-Tariq” Sayyid Qutb dari Daftar Buku Terlarang
Trump Umumkan akan Setop Bantuan Militer ke ‘Israel’

El-Sayed menjadikan AIPAC sebagai sasaran utama dalam kampanye pemilihan pendahuluan (primary)-nya. Ia menyatakan bahwa pengeluaran dana oleh kelompok pro-Israel tersebut bertujuan untuk mengamankan satu suara lagi di Senat guna mendukung bantuan militer tanpa syarat bagi Israel.

Ia mengatakan kepada para pemilih di Michigan bahwa ia ingin uang pajak mereka digunakan untuk sekolah dan jalan raya di dalam negeri.

“Mereka ingin menjadikan saya sebagai contoh (peringatan bagi yang lain), namun justru kamilah yang menjadikan mereka sebagai contoh,” ujarnya setelah mengalahkan Stevens.

“Kepada AIPAC, yang telah menghabiskan 42 juta dolar untuk melawan kami: terima kasih telah memberi saya kesempatan untuk mengalahkan kalian dua kali,” ucapnya.

“Mereka mencoba melabeli Anda sebagai orang yang penuh kebencian jika Anda meyakini bahwa anak-anak Palestina berhak tumbuh besar di tanah leluhur mereka tanpa harus dibunuh menggunakan uang pajak kita,” ujarnya. “Jika Anda meyakini kesetaraan hak demi perdamaian, martabat, dan penentuan nasib sendiri, itu bukanlah kebencian, melainkan kasih sayang,” katanya.

“Kami ingin pajak kami dibelanjakan di sini… kami tidak ingin uang kami dikirim untuk mendukung apartheid atau perang yang bersifat genosida,” tegasnya.

Siapa Abdul El Sayed

Pria berusia 42 tahun ini memiliki nama lengkap Abdulrahman Mohammed El-Sayed. Ia menikah dengan seorang dokter keturunan India-Amerika dan dikaruniai dua orang putri.

Saat lulus dari University of Michigan dan menyampaikan pidato kelulusan pada tahun 2007, pembicara utama dalam acara tersebut, mantan Presiden Bill Clinton, memuji kemampuan berpidatonya di atas podium.

Pria asli Michigan ini kemudian meraih gelar kedokteran dari Columbia University dan memimpin departemen kesehatan masyarakat di Detroit serta Wayne County, sebelum memulai upaya yang dianggap sebagai langkah berat untuk mencalonkan diri ke Senat AS pada tahun 2025.

Namun, ini bukan pengalaman pertamanya. Pada tahun 2018, El-Sayed sempat mencalonkan diri sebagai gubernur Michigan meski tidak berhasil; namun, ia berhasil memenangkan hati banyak masyarakat dengan mengusung program Medicare For All, sebuah program asuransi kesehatan nasional di Amerika Serikat.

El-Sayed berulang kali menyatakan bahwa ia tidak pernah bertemu dengan pelobi perusahaan, dan dalam kedua kampanyenya, ia hanya menggalang dana dari donatur perorangan, bukan dari korporasi.

Trump berulang kali menyebut El-Sayed sebagai “seorang pecundang komunis yang membenci orang Yahudi dan Israel”, seraya bersikeras bahwa ia hanya akan memanggilnya dengan sebutan “Mohammed”, dengan alasan bahwa itulah nama yang digunakan oleh sebagian besar umat Muslim, ujar Trump.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdul El-SayedAmerika SerikatMuslimPemilu ASSenat AS
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hakim Prancis Buka Penyelidikan Dugaan Kejahatan Perang Israel di Libanon

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara

Berita
30 Oktober 2026 17:19
Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer
Trump Umumkan akan Setop Bantuan Militer ke ‘Israel’
Bekas Jubir Militer ‘Israel’ Akui Memanipulasi Kebenaran Genosida Gaza
Muhammadiyah Tawarkan Pendampingan Hukum untuk Kasus di Ponpes Hamalatul Qur’an

Terbaru

  • Abdul El-Sayed, Muslim Pertama yang Jadi Senat Amerika Serikat
  • Hakim Prancis Buka Penyelidikan Dugaan Kejahatan Perang Israel di Libanon
  • Di Singapura Memulung Botol Bekas dari Tempat Sampah Bisa Kena Denda
  • Roti Semakin Langka dan Mahal Banyak Orang Sudan Kurang Makan
  • Pengadilan Turki Cabut “Ma’alim fi ath-Tariq” Sayyid Qutb dari Daftar Buku Terlarang
  • Trump Umumkan akan Setop Bantuan Militer ke ‘Israel’
  • Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah
  • Garda Revolusi Iran Klaim Lumpuhkan Dua Drone AS di Selat Hormuz
  • MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo terkait Penggeledahan Pesantren Hamalatul Qur’an
  • MUI: Petugas Ibadah Haji Harus Muslim, Nonmuslim Bisa Bantu Teknis

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah

3 November 2026 19:02
Berita

Garda Revolusi Iran Klaim Lumpuhkan Dua Drone AS di Selat Hormuz

3 November 2026 18:38
Berita

MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo terkait Penggeledahan Pesantren Hamalatul Qur’an

3 November 2026 15:45
Berita

MUI: Petugas Ibadah Haji Harus Muslim, Nonmuslim Bisa Bantu Teknis

3 November 2026 15:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?