Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Ustadz Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat

Mahmud
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2026 09:18 9:18 am
Mahmud
Dipublikasikan 3 Oktober 2026 09:16
Bagikan
Ustadz Abdullah Said dan Menteri Emil Salim bersama Delegasi WCED berkunjung ke Hidayatullah
Bagikan

Ustadz Abdullah Said, Pendiri Hidayatullah bukan saja dikenal secara lisan melalui dakwah-dakwah konkretnya di pedalaman, tapi juga tercatat dengan baik dalam berbagai media cetak; termasuk dalam majalah Panji Masyarakat yang didirikan Buya Hamka dan dilanjutkan anaknya: Rusdji Hamka.

Hidayatullah.com | MAJALAH Panji Masyarakat, sebagai salah satu media Islam yang paling berpengaruh di Indonesia pada paruh kedua abad ke-20, memiliki peran penting dalam merekam dinamika keagamaan, sosial, dan intelektual umat Islam.

Di antara sekian banyak figur ulama, tokoh pembaharu, dan aktivis dakwah yang mendapat sorotan mendalam dari majalah ini, nama Ustadz Abdullah Said, pendiri dan pemimpin Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Kalimantan Timur, menempati posisi yang sangat istimewa.

Liputan-liputan Panji Masyarakat mengenai sosok dan lembaganya pada dekade 1980-an bukan sekadar laporan jurnalistik biasa, melainkan sebuah dokumentasi historis tentang bagaimana sebuah gerakan dakwah lokal mampu bertransformasi menjadi mercusuar peradaban Islam di Nusantara.

Wajah Islam yang Penuh Pesona

Baca Juga

Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

Salah satu potret paling komprehensif mengenai Ustadz Abdullah Said direkam oleh Panji Masyarakat dalam rubrik “Profil” dan “Laporan Utama” edisi-edisi tahun 1984 (seperti edisi No. 435 dan No. 447). Dalam edisi tersebut, majalah yang diasuh oleh tokoh-tokoh pers nasional ini mengangkat kisah sukses Ustadz Abdullah Said meraih penghargaan Kalpataru pada tahun 1984 untuk kategori pembina lingkungan hidup.

Majalah Panjimas No. 435 (1984)

Bagi Panji Masyarakat, penghargaan Kalpataru yang diterima oleh seorang pemimpin pesantren adalah sebuah peristiwa monumental. Selama ini, isu lingkungan sering kali didekati dengan kerangka teknokratis atau birokratis negara.

Menariknya, melalui tangan dingin Abdullah Said, pelestarian lingkungan diintegrasikan secara organik dengan nilai-nilai tauhid dan etika Islam. Gunung Tembak di Balikpapan —yang awalnya dikenal sebagai kawasan hutan belantara yang penuh semak belukar, sarang penyakit, dan tempat buangan para tahanan— disulap menjadi kawasan pemukiman santri yang hijau, asri, produktif, dan bernilai ekologis tinggi.

Majalah tersebut menggambarkan bagaimana Ustadz Abdullah Said menggunakan “pesona agama” (da’wah bil hal atau dakwah melalui perbuatan) untuk mendekati masyarakat Kalimantan Timur yang majemuk. Beliau tidak hanya berdakwah melalui ceramah lisan, tetapi membuktikannya lewat kerja nyata: membangun infrastruktur, mengelola lahan pertanian, memelihara lingkungan, menyantuni anak yatim, dan memberdayakan kaum dhuafa.

Pendekatan ini berhasil mengubah citra Islam di mata masyarakat luas, menunjukkan bahwa ajaran Islam sangat relevan dalam menjawab persoalan-persoalan konkret kemanusiaan, kemiskinan, dan kerusakan lingkungan.

Dakwah Pembangunan dan Integrasi Sosial

Dalam liputan-liputannya, Panji Masyarakat juga menyoroti strategi dakwah Hidayatullah yang menekankan pentingnya kemandirian. Di tengah gelombang industrialisasi dan modernisasi di Kalimantan Timur pada era 1980-an yang sering kali memunculkan benturan budaya serta marginalisasi penduduk lokal, Pesantren Hidayatullah hadir sebagai alternatif penyeimbang. Ustadz Abdullah Said memimpin para santrinya untuk merambah desa-desa terpencil, membina masyarakat transmigrasi, serta mendirikan kantong-kantong pendidikan dan sosial.

Majalah Panji Masyarakat No. 447 (1984)

Gaya kepemimpinan Abdullah Said digambarkan sebagai sosok informal leader yang memiliki visi besar, keteguhan hati, dan orientasi kerja keras yang luar biasa. Meskipun mengelola lembaga pendidikan yang besar dengan ratusan santri, beliau selalu menekankan bahwa kekuatan utama gerakan ini bersandar pada keikhlasan, tawakal, dan pertolongan Allah, bukan pada ketergantungan finansial yang berlebihan kepada pihak luar.

Majalah Panji Masyarakat menangkap ketulusan ini melalui bahasa jurnalistik yang menggugah, memperlihatkan bagaimana seorang ustadz muda dari Sulawesi Selatan mampu merajut ukhuwah dan menggerakkan partisipasi umat secara masif.

Pengakuan Nasional dan Kunjungan Tokoh Dunia

Eksistensi Ustadz Abdullah Said dan Pesantren Hidayatullah semakin mendapatkan pengakuan luas tatkala berbagai tokoh penting nasional maupun internasional datang berkunjung. Dalam edisi 1 Juni 1985 (No. 469), Panji Masyarakat melaporkan kunjungan delegasi WCED (World Commission on Environment and Development atau Komisi Dunia untuk Lingkungan Hidup dan Pembangunan); termasuk di dalamnya Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup saat itu, Prof. Dr. Emil Salim.

Bersama Menteri Emil Salim dan Delegasi WCED

Para tokoh penting tersebut melihat secara langsung denyut kehidupan pesantren, mulai dari sistem pendidikan, pengelolaan lingkungan hidup, hingga interaksi sosial para santri dengan masyarakat sekitar. Kehadiran delegasi internasional ini membuktikan bahwa apa yang dirintis oleh Ustadz Abdullah Said di Gunung Tembak telah menjadi model percontohan pembangunan berwawasan lingkungan yang mendapat perhatian dunia global.

Panji Masyarakat merangkum momen tersebut sebagai bukti nyata bahwa Islam dapat tampil sebagai solusi atas krisis ekologis global melalui amal nyata di tingkat akar rumput.

Warisan Intelektual dan Spiritual

Melalui arsip pemberitaan Panji Masyarakat, kita dapat memahami bahwa Ustadz Abdullah Said bukanlah tipikal ulama yang hanya duduk di menara gading. Beliau adalah seorang mujahid dakwah yang membaca realitas zamannya dengan mata hati yang tajam dan pikiran yang jernih.

Kegemarannya membaca literatur keagamaan, sosial, hukum, dan sastra —seperti karya-karya Buya Hamka dan ulama besar lainnya— memberikan landasan intelektual yang kuat bagi corak pemikiran dakwah Hidayatullah.

Liputan Panji Masyarakat tentang Ustadz Abdullah Said merupakan sebuah cermin moral bagi generasi masa kini dan mendatang. Catatan-catatan tersebut mengingatkan kita bahwa dakwah yang efektif adalah dakwah yang menyentuh kebutuhan riil umat, memuliakan manusia, menjaga alam, dan dibangun atas dasar integritas serta keikhlasan yang mendalam.

Sosok Ustadz Abdullah Said yang diabadikan oleh Panji Masyarakat akan terus dikenang sebagai teladan agung tentang bagaimana iman dan amal saleh mampu mengubah wajah peradaban. (MBS)

Redaktur: Mahmud
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdullah SaidHidayatullahustadz
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Temuan BRIN, Bahaya Vape: 100% Berdampak Diabetes, 92% pada Paru-Paru
Tulisan selanjutnya Studi: Kopi Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Kanker dan Sirosis Hati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertemu tim ‘Israel’, Pemain Catur Terbaik Australia Pilih Boikot

Berita
1 Oktober 2026 14:54
Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah
Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia

Terbaru

  • Houthi Menarget Gardu Listrik Masjid Nabawi, Kata Koalisi
  • Menlu AS Bicarakan Perlucutan Senjata Hizbullah dengan Raja Yordania
  • Pakar Filsafat Islam UNIDA Ungkap Penyebab Generasi Muda Terpapar Ateisme di Media Sosial
  • Studi: Kopi Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Kanker dan Sirosis Hati
  • Ustadz Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
  • Temuan BRIN, Bahaya Vape: 100% Berdampak Diabetes, 92% pada Paru-Paru
  • Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’
  • Menteri Ekstremis ‘Israel’ Pimpin Gerombolan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Ibrahimi
  • MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat
  • LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?